Kabut Asap Kian Pekat, PM10 Meningkat

  • Whatsapp

Limapuluh Kota, NNews– Sejumlah warga Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota mulai cemas dengan ancaman kabut asap  yang terlihat mulai pekat selimuti Limapuluh  Kota  dan Kota Payakumbuh (Luak Limopuluah, red) sejak tiga hari terakhir. Meski  belum terasa kentara pada aroma udara, namun jarak pandang mulai berpengaruh.  

Betapa tidak, sejumlah postingan foto  di akun media sosial yang memperlihatkan warna Matahari mulai kemerahan, identik dengan selimut kabut asap yang terjadi.”Coba lihat Matahari yang mulai kemerahan,  dilihat secara langsungpun tidak akan membuat mata silau,”ungkap salah seorang warga Limapuluh Kota, Mustafa, Kamis(12/9).

Bacaan Lainnya

Cuaca  disiang hari terasa cukup panas, kendati terik matahari seperti redup. Kondisi itu juga menjadi pengalaman  bagi masyarakat untuk melihat kasus kabut asap pada tahun-tahun sebelumnya.”Iko memang kabuik asok ko, caliak lah hari indak talalu paneh tapi angek rasonyo,”ucap Yuliadi memastikan kabut asap mulai selimuti Kota Payakumbuh.

Warna Hijau perbukitan dan gunung Sago yang biasa terlihat jelas dari pusat Kota Payakumbuh juga mulai samar terlihat.”Sedikit hari lagi jika kabut asap kian menebal, kita bakal mencium bau asap saat pagi hari,”tambah Asrinal berharap pemerintah melakukan upaya  antisipasi dan pencegahan jika kebakaran hutan masih terjadi disejumlah  provinsi.          

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Permukiman Rakyat dan Perumahan (DLHPP) Kabupaten Limapuluh Kota, dr. Adel Noviarman menyebutkan kualitas udara untuk Limapuluh Kota maupun Kota  Payakumbuhdalam kondisi sedang dengan perhitungan dan pantauan Global Atmosphere  Watch Bukit Kototabang.

“Stasiun pemantau atmosphere Bukit Kototabang mencatat, Partikel Matter (PM10) berada diangka 84 ug/m3. Sementara jika dalam kondisi tanpa asap, PM10 udara 25 ug/m3. Hanya saja batas ambang berbahaya itu mulai diangka PM 150 ug/m3,” jelas dr Adel.

Rincian kualitas udara GAW Bukit Kototabang kualitas udara dalam kondisi sedang dengan rincian  analisis Niotrogen Dioksida (NO2) pada angka 0,41 ppb, Ozon permukaan (03) diangka 27 ppb, carbon monoksida (CO) diangka 163 ppb dan Nitrogen Monoksida (NO) 1,45 ppb serta Sulfur Dioksida (SO2) diangka 0,82 ppb.

“Jadi kesimpulannya udara kita saat ini, masih aman dalam kondisi sedang dan belum mengkhawatirkan. Hanya saja memang polusi udara meningkat dari kondisi biasa,”tukas dr Adel Nifiarman, kemarin.

Sementara informasi lainnya juga dikirimkan Kadis LHPP, Adel Noviarman merujuk Beritagar.id dengan menyebutkan sumber  AirVisual menyatakan 10 spot terburuk kualitas udara. Salah satunya Kota Payakumbuh yang tentunya tak akan jauh berbeda dengan Kabupaten Limapuluh Kota.

Disitu dituliskan Kota Payakumbuh pada angka 165 dengan keterangan warna merah yang dikategorikan sebagai kualitas udara tidak sehat atau Unhealthy. Hanya saja belum terlihat bagaimana metode pengukuran yang dilakukan.(m)  

Pos terkait