278 views

Nestapa Ija Hayati, Gadis Kecil Penderita Kanker Tulang yang Butuh Uluran Tangan

Ayah di PHK, Kini Tinggal di Rumah Singgah Pasien

Nestapa keluarga miskin asal Landai Mudiak, Jorong Bandar Padang, Kelurahan Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, serasa menyayat hati. Bocah berusia 11 tahun anak pasangan Yondrizal dan Ibu Rita ini, diserang kanker tulang hingga terpaksa diamputasi. Hanya saja kelanjutan pengobatan sempat terputus akibat tak punya biaya. Hingga gadis malang ini harus kembali di rawat.

Ija Hayati, 11, gadis kecil dari keluarga miskin di Jorong Bandar Padang, Kelurahan Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman yang tengah berjuang melawan kanker tulang. Sumber foto Vina aktifis Rumah Singgah Pasien IZI Padang for NNews

NNews–Pasaman

Berjalan dengan satu kaki ngesot dilantai rumah singgah pasien IZI di Jalan Tarandam III, Kota Padang, menjadi pemandangan biasa bagi penghuni rumah singgah pasien. Namun menjadi pemandangan duka bagi orang yang sesekali berkunjung.

Betapa tidak, Ija Hayati, gadis kecil yang kaki kanannya diamputasi akibat kanker tulang, kembali harus menjalani serangkaian pengobatan di RSUP M Djamil Padang. Sebab usai operasi sepertinya penyakit Ija Hayati masih menyebar kebagian tubuh lainnya. Hal itu diduga karena keterbatasan biaya membuat pengobatannya tak tuntas pasca operasi.

“Biasanya usai operasi untuk penyakit kanker membutuhkan proses pengobatan lanjutan yang panjang. Hanya saja karena jarak yang jauh dan faktor biaya itulah, Ija dan keluarganya tidak bisa melakukan pengobatan lanjutan sampai penyakitnya sembuh total,”ucap, Vina aktifis Rumah Singgah Pasien IZI Padang yang kini mendampingi pengobatan untuk Ija.

Menurut aktifis Rumah Singgah Pasien ini, Ija kembali menjalani perawatan rutin karena diduga sel kanker usai amputasi belum benar-benar punah. Bahkan ada kemungkinan menjalar ke bagian kepala. Saat ini masih menjalani proses pemeriksaan medis secara intensif di RSUP M Djamil Padang.

Baca juga :  Pelantikan Pertama Jokowi Disebut "A New Hope", Kalau Sekarang?

Begitulah informasi yang berhasil dirangkum pewarta NNews saat berkunjung ke Rumah Singgah Pasien IZI, Rabu(18/9) awal pekan ini. Ija tetap riang dan bersemangat, kendati tubuhnya terlihat kurus. Pemandangan itulah yang membuat sejumlah keluarga pasien yang berkunjung kian sedih melihat kondisinya.

Ayah sang anak, Yondrizal hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya. Tekanan ekonomi untuk pengobatan seakan tak mampu dihadapi. Namun orang tua tak boleh pasrah, karena tentu ingin melihat anaknya kembali sehat dan bermain seperti anak-anak lain yang seusia dengan nya.

“Sudah hampir tujuh bulan saya terus menemani Ija untuk pengobatannya. Sekarang saya sudah tidak bekerja lagi sebagai buruh panen sawit disalah satu perusahaan di Kabupaten Pasaman Barat,”ucap Yondrizal tak mampu berbuat banyak.

Mengurus pengobatan sang anak sejak enam bulan terakhir di RSUP M Djamil Padang, Yondrizal menghadapi masalah lain, karena warga Kabupaten Pasaman ini, terpaksa harus diberhentikan dari pekerjaannya sebagai buruh panen sawit di Kabupaten Pasaman Barat.

Kondisi itulah yang membuat keluarga malang ini kian mengadapi persoalan besar. Sebab tak ada lagi pendapatan sebagai penopang kehidupan keluarga, apalagi pengobatan bagi sang anak. Parahnya lagi, Ija yang sebelumnya mendapat bantuan BPJS dari pekerjaan sang ayah, tentunya kini juga harus terputus akibat tak ada lagi gaji dari perusahaan yang biasanya dipotong sebagai iuran BPJS untuk jaminan kesehatan.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini, berusaha tetap tersenyum meski tubuhnya digerogoti penyakit. Sementara sang Ibu yang tak bisa tulis baca, hanya bisa berdoa sembari merawat dua orang anak lainnya di kampung halamannya. Kini mereka tinggal menumpang di rumah saudaranya, sebab mess perusahaan yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka, sekarang sudah diambil pemilik usaha.

Baca juga :  Ari Kurniawan, Pemuda dari Keluarga Kurang Mampu yang Butuh Uluran Tangan

Begitulah gambaran sulitnya perjalan hidup yang dialami keluarga malang ini. Kisah miris dan nestapa kehidupan itu, hanya bisa dihadapi dengan apa adanya. Bahkan kedepan pengobatan Ija si gadis kecil yang hobi membaca ini, masih membutuhkan waktu panjang dan perjuangan berat. Rumah Singgah Pasien IZI Padang satu-satunya tempat menggantungkan nasib dan untuk kelanjutan proses pengobatan gadis kecil malang ini.

Digendong sang ayah, Ija, terlihat berupaya membuat sang ayah tak terlalu khawatir dengan tetap tersenyum. Sementara sang ayah berusaha tetap tegar saat berada didepan sang anak. Namun raut wajah cemas dan sedih tak bisa disembunyikan ketika ayah dan anak ini berinteraksi.

“Mudah-mudahan sang pencipta yang maha menyembuhkan, memberikan kesembuhan pada anak kami,”ucap Yondrizal, saat berbincang dengan NNews, berharap kesembuhan gadis kecil buah hatinya.

Tak bisa pulang bertemu keluarga, begitupun sang Ibu yang tak bisa kerap datang menjenguk sang anak. Karena jarak Kabupaten Pasaman dan Kota Padang bagi keluarga ini terasa sangat jauh, akibat kondisi ekonomi mereka yang sangat terbatas.

Bagi masyarakat atau para donatur yang ingin mebantu ringankan beban gadis kecil yang tengah berjuang melawan kanker ini, bisa menghubungi Rumah Singgah Pasien IZI Padang lewat ponsel aktifis IZI, Vina di nomor 081210168752.(***)

Majid Gindo

KIM NAGARI CERDAS INFORMASI adalah kelompok yang dibentuk oleh, dari, untuk masyarakat secara mandiri, independen dan kreatif yang aktifitasnya melakukan pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam informasi.
Majid Gindo

Majid Gindo

KIM NAGARI CERDAS INFORMASI adalah kelompok yang dibentuk oleh, dari, untuk masyarakat secara mandiri, independen dan kreatif yang aktifitasnya melakukan pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam informasi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!