Sikabu-kabu, NNews–Berbagai macam buah seperti kolang-kaling, cincau, pepaya, tapai ubi, hingga roti dan cendol ditambah parutan es bercampur jadi satu. Itulah es tebak khas Limapuluh Kota yang ditekuni, Eli, 50. Beberapa orang karyawannya juga mengantarkan es tebak kesejumlah lokasi di Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. 

Tidak hanya warga di nagari itu, warga dari luar nagari atau nagari sekitarnya juga ingin menikmati Es Tebak segar pelepas dahaga Tek Eli. Sehingga Fitri Yohanis, sebagai pewaris tek Eli bersama rekan-rekan penjaja mengantar Es Tebak berkeliling disejumlah nagari di Limaluluh Kota.

Tek Eli, begitu panggilan akrab ibu tiga orang anak yang merupakan pembuat dan peracik es tebak. Dibantu anak sulungnya, Fitri Yohanis, 26 dan Zulham, 20, orderan pelanggan dipersiapkan dengan sigap dan cekatan.  

Warna es tebak yang kemerahan dan rasa manisnya yang pas dilidah menjadi daya tarik pembeli. Sehingga jika sudah pernah kesegaran es tebak tek Eli, jarang yang tidak akan tertarik memesannya kembali. 

“Bahannya biasa saja, menggunakan buah-buahan, gula dan campuran susu kental serta sedikit santan kelapa segar. Alhamdulilah banyak yang suka dengan rasanya yang khas,”ungkap Tek Eli, sibuk mengemas Es Tebak dan kuliner Bubur Putih manis dan makanan lainnya.

Beberapa orang pedagang keliling juga telah siap mengantar sejumlah pesanan warga di sejumlah nagari hingga kelurahan yang ada di Kota Payakumbuh.

“Mungkin memang sudah puluhan tahun, usaha ini saya tekuni. Alhamdulilah cukup untuk sekedar bertahan hidup,”sebut Tek Eli, tidak mau menyebut usahannya cukup sukses dan mampu mengumpulkan omzet yang besar.

“Rasanya sangat khas, tidak terlalu manis, tidak terlalu berwarna dan memiliki rasa yang istimewa. Kesegarannya mampu melepas dahaga setelah seharian berpuasa,”ungkap Dina, warga Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo nagari saat antri menunggu pesanan Es Tebaknya. 

Baca juga :  KUR dan Asuransi Angin Segar untuk Petani

Selain menjual Es Tebak juga ada Bubur putih, Aie Aka sejenis minuman alami dari daun tumbuhan dan cendol . Sejumlah karyawan menjajakannnya hingga kesejumlah nagari.

( Bubur Putih Tek Eli, Foto : NNews)

“Alhamdullilah bertahan sampai skarang malah lebih meningkat. Awalnya dulu Es Tebak dan berbagai macam penganan lainya dibuat sedikit-sedikit saja. Hanya saja seiring berjalannya waktu usaha penjualan Es Tebak mulai ada peningkatan,” ucap Tek Eli waktu ditemui pewarta Nagari News dikedainya, Minggu(23/9) sore.

Awalnya hanya dijajakan anaknya, Fitri Yohanis menggunakan “Garendong” media penjualan bergerak yang diangkut sepeda motor untuk berjualan keliling kampung Sikabu Kabu.

( “Garendong” media penjualan bergerak yang diangkut sepeda motor untuk berjualan keliling kampung , Foto : NNews)

“Sekarang saya sudah mempunyai perkerja yang membantu sebanyam tiga orang, ditambah penjaja keliling sebanyak enam orang. Perkiraan omzet sekitar Rp20 juta perbulan adalah,”ucap Tek Eli sedikit gugup.

Sementara untuk jangkauan pemasarannya, sejumlah daerah di Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh sudah dijajaki. “Mulai dari Pasar Ibuah, Auakuning, Balaijariabg, Kota Payakumbuh hingga Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota,”pungkas Tek Eli.(m)

loading...