29 views

DO’A

Puisi : DO’A

Oleh : Irman Syah

Tuhan, musim ini memunculkan beribu kekhilafan
Aku telah mengunyah banyak sampah yang bertebaran
di celah sisi kemiskinan kepala: jangan Kau-beri
kemudahan bila itu hanya menumbuh-suburkan
keperihan saudara-saudara yang sempurna miskinnya

Kalau masih ingin rasanya nikmat-Mu menjengukku
datanglah dalam keadaan yang paling sepi paling nyeri

Mataku ternyata mata-mata yang menyelidik kesungguhan,
terlebih lagi menarikan keindahan lekuk tubuh insani
Sepasang mata normal yang selalu terpancing untuk
melihat yang indah, apalagi menggiurkan.

Tuhan, entah kenapa terkadang timbul saja keinginanku
menggantinya dengan mata lain asal dapat merasa dan
mengenal kilau bintang, tentu Kau-lah yang paling tau
Tuhan, karena dari nenek moyang aku diasah untuk yakin!

Mulutku selalu saja mengunyah-ngunyah kesenyapan
dari waktu ke waktu dan rela saja dilalui kata tanpa batas
Semua keluar dengan pergantian yang tak memberi arti
Kata meluncur bagai curah hujan, memuntahkan banjir
semua mengalir, semua tumpah, ke laut, bahkan ada
yang naik kebukit, ke gunung, ke awan dan matahari!
namun tetap saja tak mampu membongkar karang di lautan

Jadinya aku mulai tak puas dengan hanya memiliki mulut
yang semacam ini karena tak mampu mengubah tindak
lewat bahasa pikir, kurindukan mulut yang mampu memasak
makanan bagi musafir yang terlanda perang dan banjir!

Tuhan, kenapa hatiku tak siap untuk hati-hati dalam
menerjemahkan penyesalan yang diciptakan oleh diriku sendiri?
Mungkin karena beragam persoalan yang harus ditampungnya
padahal tempatnya teramat kecil. Kalau boleh berilah aku
hati yang besar agar dapat berbesar hati dalam menebarkan
kebijaksanaan yang diciptakan oleh pikiran-pikiran sederhana

Berilah aku hati yang selalu hati-hati dalam usaha
menimbang-nimbang dan memilah-milah serta merumuskan
sesuatu dengan arif: dengan demikian aku akan mempunyai
mata hati yang tajam bagi segenap penjuru kemanusiaan!

Baca juga :  Puisi Untuk Kayu Kolek

Tuhan, kalau aku telah Kau-terima seadanya, kekecilan makna
diri akan terpupuk sedalam mungkin: jadilah doa ini kuncup
hidup yang akan memekarkan mata, mulut dan hati, penentu
tangan bergerak agar tidak seperti biasa dan alakadarnya saja..
Amin!

By :

Irwansyah

nagarinews

KIM NAGARI CERDAS INFORMASI :
Mewujudnya masyarakat informasi yang dinamis sebagai dasar bagi terbentuknya masyarakat madani ( civil society ) yang sehat, cerdas, terampil, kretaif, inovatif, produktif, mandiri dan berbudaya tinggi.
nagarinews

nagarinews

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) NAGARI IINFORMASI

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!