Melihat Kondisi Korban Pasca Angin Kencang

  • Whatsapp

Keluhkan Atap Rumah Terbang dan Masih Trauma


Taruma, begitu kesan utama setiap korban penghuni rumah yang di terjang angin kencang. Atap rumah diterbangkan angin kencang menyisakan trauma mendalam bagi korban.  

Nagarinews.com–Limapuluh Kota

Bacaan Lainnya

Menyusuri jalan dari batas Kota Payakumbuh di Payobasuang yang berbatasan langsung dengan Jorong Baliak Bukik, Nagari Andaleh, Kecamatan Luak, terlihat atap rumah yang sepertinya masih baru, berserakan didalam persawahan milik warga.

Sawah dengan padi yang baru saja usai ditanam itu, sepertinya menjadi bukti nyata, dahsyatnya hantaman angin kencang. Sementara sebuah bangunan permanen berjarak sekitar 100 meter yang baru saja selesai dibangun terlihat tak lagi memiliki atap.

“Memang benar, atap berserakan ini memang atap milik bangunan baru itu. Tak hanya atap, coba lihat rangka kayu penopang atap juga ikut terpental sejauh itu,”ucap, Rismidarti salah satu dari dua orang perempuan tua yang kebetulan lewat saat Pewarata Nagarinews.com mengambil gambar atap berserakan disawah tersebut, Senin(11/11) pagi.

Menurut Nenek Rismidarti, rumah yang dihantam angin puting beliung tersebut, merupakan rumah milik anaknya yang bernama , Matrida. Rumah naas itu, merupakan rumah bantuan pemerintah,”Namun karena masih dalam tahap pengerjaan akhir, rumah belum ditempati,”ucap Rimidarti sambil menunjuk sebuah pondok reot dipinggir sisi sawah lainnya.

Rumah yang ditunjuk Rimidarti meruipakan tempat tinggal anaknya saat siang hari, digunakan sebagai tempat menjahit sebagai penghasilan utamanya.”Atap rumah mungkin masih bisa dipakai sebagian, hanya saja tentu butuh upah tukang untuk memperbaikinya,”sebut Rismidarti berharap bantuan pemerintah.

Saat ditanya sejak terjadi peristiwa angin kencang yang mengerikan itu, baru Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang datang, sementara bantuan dari pemerintah belum.”Belum ada yang datang, hanya Bhabinsa atau Bhabinkamtibmas. Mungkin luput atau bagaimana, sebab banyak daerah juga dinagari lain yang terkena musibah,”katanya.

Rismidarti juga menyampaikan ada satu rumah lagi yang atapnya rusak akibat angin kencang di Jorong Baliakbukik, Nagari Andaleh ini.”Ada satu lagi rumah yang terkena disini, atapnya juga diterbangkan angin,”ucap Rismidarti.

Terlihat sejumlah pohon tumbang dan miring akibat angin kencang, hingga Pewarata Nagarinews.com bertemu Walinagari Andaleh, Harmen Sastra dan Wakapolres Kota Payakumbuh, Kompol Eridal bersama jajarannya di Jorong Pincuran Gadang, Nagari Andaleh.

Disini trerlihat sebagian besar atap sebuah huller penggilingan padi terlihat bolong dan mulai diperbaiki pemiliknya. Sementara sebuah bangunan mirip sebuah warung dipinggir jalan, terlihat cukup parah dan tak bisa lagi ditempati. Sebab hampir semua atap diterbangkan angin.

“Kita berharap bantuan tanggap darurat ditangani secara cepat. Selain bantuan terpal, sebaiknya juga disediakan bantuan tenaga untuk perbaikan. Kita berharap masyarakat bahu-membahu membantu korban yang rumahnya terkena angin angin kencang,”ucap Kompol Eridal saat berdiskusi dengan Walinagari Andaleh, Harmen Sastra, kemarin.

Walinagari Andaleh, melalui laporan dimasing-masing jorong telah mendata sebanyak 50 rumah yang terkena dampak. Namun dari jumlah tersebut hanya sekitar Delapan rumah dengan kerusakan berat.

“Rumah yang terkena cukup parah tersebut milik, Bahar, Eril, Gumala Sunarti, H. Zainal Abidin, Asril/ Kamba, Martianus. Ini semua berasal dari Jorong Pincuran Gadang. Selain itu juga ada yang parah di Jorong Baliak Bukik, rumah milik, Matrida dan rumah, Dena Kurnia di Jorong Galogandang,”terang Walnag, Harmen Sastra.

Terpisah, Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Desembri menyampaikan, hingga Senin siang, Baznas mengalokasikan sebanyak 55 kodi atap seng bagi korban angin kencang di sejumlah nagari.

“Atas respon cepat dan instruksi Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, kita segera menyalurkan bantuan atap bagi korban angin kencang di Nagari Andaleh, Mungo dan Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu, Padang Panjang serta nagari lainnya yang terdampak,”ucap Desembri saat di temui Pewarta Nagarinews.com di Nagari Andaleh, kemarin.

Sebelumnya, Minggu(10/11) sore pasca peristiwa angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah warga yang diterbangkan angin, warga taruma.”Kami hanya berlindung dan ditempat yang menurut kami aman, namun sepertinya terkesan pasrah didalam rumah,”ucap Imik, salah seorang warga Tabek Anduang Jorong Tanjuang Haro Utara, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, usai bencana angin kencang melanda, Minggu sore.

Suara deru angin kenang ditambah hujan lebat, membuat warga ketakutan. Tidak ada tempat berlindung yang aman dari angin kencang. Lagi pula warga sepertinya belum dibekali cara meminimalisir dampak bencana angin kencang.

“Tidak mempedulikan harta benda, kami hanya mampu berdoa dan berdiam diri saja didalam rumah. Meski sebenarnya kami tak yakin, jika diterjang angin rumahpun tak akan sanggup menjadi pelindung,”ucap warga ini masih terlihat pucat.

Hal yang sama juga diungkapkan, Teti, salah seorang warga yang rumahnya persis berada dibawah sederetan pohon pinus berusia puluhan tahun yang ikut tumbang. Persisnya di dekat rumah Dinas Camat Luak disebelah Kantor KUA, Jorong Tanjuang Haro Utara, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang.

Owner Kuninan Resto di Batas Kota Payakumbuh itu, juga merasa masih sangat trauma. Sebab sekitar sebelas pohon pinus cukup tinggi tepat didepan rumah sekaligus resto miliknya patah. Beruntung tidak menimpa bangunan utama.

Hanya saja, sejumlah lesehan yang berada didepan resto mengalami kerusakan ringan akibat patahnya pohon pinus.”Kami sangat bersyukur, pohon pinus tidak rtumbang ke arah bangunan rumah. Jika arah patahnya ke rumah, saya yakin pasti ada yang terluka. sebab kami semua sedang berada didalam rumah dan resto,”sebut Teti.

Sebelumnya Teti, sudah khawatir dengan keberadaan pohon besar yang berderet didapan rumah dan resto tersebut. Tidak hanya milik Teti, rumah tetangga disebelah rumahnya juga sangat riskan.”Kami hanya bisa berharap pohon-pohon pelindung dekat rumah warga dikontrol agar tidak membahayakan,”harap warga ini.(m)

Pos terkait