22 views

Hujan Lebat, Arus Lalin Sumbar-Riau Sempat Terputus

Limapuluh Kota, Tanah Longsor di Ulu Aie jalan Sumbar-Riau

Limapuluh Kota, Nagarinews.com–Hujan lebat yang terjadi Sabtu, (23/11) di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh menyebabkan terjadinya bencana alam. Bencana alam tanah longsor terjadi di kawasan Uluaie, Kecamatan harau Limapuluh Kota dan Kayu tumbang di kawasan Kota Payakumbuh.

Tanah longsor yang terjadi dikawasan Ulu aie, jalan Lintas Sumbar-Riau menyebabkan arus lalu lintas terputus dan tidak bisa dilewati antrian panjang. Alhasil, antrian kendaraan yang terjebak dari kedua arah terlihat cukup panjang hingga petugas Badan Penangulangan Bencana daerah (BPBD) Limapuluh Kota selesai membersihkan material longsor dari badan jalan.

Lokasi longsor yang terpantau sebanyak dua titik berdekatan itu terjadi di dekat Bandrek House dan di arah sedikit kebawah dari Panorama Selat Malaka. Longsor mulai menimbun badan jalan sekitar pukul 20.30 WIB dan alat berat sampai di lokasi sekitar pukul 12.15 WIB.

“Setelah petugas BPBD, Kelompok Siaga Bencana (KSB), Polri dan TNI dibantu alat berat, akhirnya material longsor bisa dibersihkan. Sekitar pukul 05.00 WIB, kendaraan sudah diperbolehkan lewat. Namun memang arus lalin kembali lancar setelah pukul 06.00 WIB pagi,”terang Kepala Pelaksana (kalaksa) BPBD, Joni Amir melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rahmadinol dalam keterangannya di WAG Info Bencana, kemarin.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Limapuluh Kota, AKP Erman menyebutkan, usai pembersihan material longsor, kendaraan sudah bisa kembali melewati jalan Sumbar-Riau dengan lancar.”Hingga sore ini, (kemarin, red) arus lalin Sumbar-Riau sudah lancar. Mudah-mudahan tidak terjadi bencana lagi. Saat diguyur hujan, kita menghimbau agar pengendara tetap waspada dan berhati-hati. Sebab kawasan ini memang salah satu kawasan rawan longsor,”ucap AKP Erman.

Baca juga :  LH Payakumbuh, Adakan Sosialisasi Pengolahan Sampah 3R

Pohon Tumbang di Kota Payakumbuh

Sementara di Kota Payakumbuh, hujan lebat menyebabkan pohon pelindung dipusat kota tumbang menutup jalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dilaporkan arus lalu lintas sempat terputus selama 30 menit, karena petugas BPBD dan tim rekasi cepat melakukan pembersihan material kayu tumbang menggunakan Chinsaw.

Tidak menunggu lama, usai mendapatkan informasi dari warga, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh segera ke lokasi untuk mengeksekusi pohon yang melintang di jalan Ahmad Yani, sekitar 150 meter dari bundaran Labuah Basilang yang menyebabkan kendaraan tidak bisa lewat.

Dalam kondisi hujan lebat, para petugas BPBD Kota Payakumbuh sigap membelah pohon itu dengan gergaji mesinnya. Kira-kira setengah jam pohon dapat dibersihkan dan lalu lintas kembali lancar. Sejumlah warga juga tampak ikut membantu petugas bersama relawan, sehingga pada pukul 23.10 area tersebut sudah aman, namun masyarakat dihimbau untuk selalu waspada apalagi bila berada di dekat pohon pelindung yang berpotensi tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh Yufnani Away melalui Kabid Rehab Rekon, An Denitral mengatakan BPBD Kota Payakumbuh memiliki Tim Aksi dan Tim Survey dimana keduanya terus menerus secara kontiniu memonitor keadaan disekitar Kota Payakumbuh.

“Beberapa titik sudah kita survey dan kita pantau, tim aksi kita siapkan juga bilamana nanti ada kejadian yang tidak kita inginkan terjadi seperti pohon menimpa rumah warga, karena ini sangat berbahaya dan menyangkut nyawa masyarakat kita,” kata An Denitral.

An Denitral juga menyampaikan dari laporan BMKG wilayah Sumbar akan sering mengalami hujan disertai angin, “Warga diminta selalu waspada dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seputar informasi kejadian-kejadian bencana yang mungkin bisa saja terjadi,”imbau An Denitral. (m)

Baca juga :  BOX MPP Payakumbuh

nagarinews

KIM NAGARI CERDAS INFORMASI :
Mewujudnya masyarakat informasi yang dinamis sebagai dasar bagi terbentuknya masyarakat madani ( civil society ) yang sehat, cerdas, terampil, kretaif, inovatif, produktif, mandiri dan berbudaya tinggi.
nagarinews

nagarinews

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) NAGARI IINFORMASI

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!