5 views

Pojok Apresiasi; Kreasi Siswa MAN 2 Payakumbuh

Payakumbuh, Nagarinews.com— Pojok apresiasi merupakan salah satu bentuk pameran dari hasil karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi karya peserta didik model graffiti kreasi pot dari handuk bekas.

Kreasi pot dari handuk bekas ini merupakan salah satu bentuk dari karya seni rupa dari sekian bahan yang bisa sebenarnya dimanfaatkan untuk menampilkan karya seni dengan nilai estetika tinggi dan nilai ekonomis yang cukup bagus.

Kegiatan ini dilaksanakan di MAN 2 Payakumbuh pada hari Jum’at (22/11), yang diresmikan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah bidang Sarpras Suska Effendi. Pameran mini ini diwaikili oleh kelas XI IPK 2 MAN 2 Payakumbuh.

Secara literatur apresiasi berasal dari Bahasa Latin, “appretiatius” yang artinya penghargaan atau penilaian terhadap sesuatu. Kita juga mengenal “appreciate” dalam Bahasa Inggris yang berarti melihat, menentukan nilai, menikmati, menyadari keindahan, serta menghayati sesuatu. Sedangkan, seni adalah sesuatu yang memiliki nilai keindahan atau estetika dan diciptakan oleh manusia biasanya disebut dengan karya seni.

Seseorang yang sedang melakukan apresiasi biasanya disebut apresiator.
Namun, apakah seni sama seperti seni rupa? Tidak. Seni rupa sendiri adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang dapat dilihat oleh mata dan dapat dirasakan dengan sentuhan.

Model graffiti kreasi pot dari handuk bekas

Seni rupa juga dapat diartikan sebagai karya seni yang diciptakan suatu objek dengan kriteria tertentu seperti konsep garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, bahkan pencahayaannya dengan acuan estetika—sehingga, seni rupa ini dapat dinikmati menggunakan indera mata dan peraba.

Sedangkan, pencipta seni biasanya disebut dengan seniman. Fadhilla Tirrahmah salah seorang guru seni budaya di MAN 2 Payakumbuh mengatakan bahwa, “Tujuan pembelajaran ini adalah untuk mengasah keterampilan berkreasi dan modifikasi.

Baca juga :  Inspektorat Gelar Sosialiasi Saber Pungli, Rida ; OPD Harus Menolak ‘Terima Kasih’

Kemudian siswa bisa mengembangkan kreatifitas secara mandiri baik di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah, tambah lagi siswa bisa mempromosikan hasil karya seni ini dengan nilai jual yang cukup menjanjikan terhadap pecinta kreasi model karya seni.

Kepala MAN 2 Payakumbuh yang diwakili Suska Effendi selaku Wakil Kepala bidang Sarpras mengatakan, “Siswa hendaknya mampu mengembangkan kreatifitas yang telah dituangkan dalam bentuk “Pojok Kreasi” ini menjadi sebuah keterampilan mandiri dan berdikari di masa depan.” Dia menambahkan bahwa hasil pameran mini ini bisa hendaknya menjadi percontohan bagi siswa lain, baik yang berada di MAN 2 Payakumbuh maupun di SMA/MA lain pegiat lembaga pendidikan.

Penulis : Deri

nagarinews

KIM NAGARI CERDAS INFORMASI :
Mewujudnya masyarakat informasi yang dinamis sebagai dasar bagi terbentuknya masyarakat madani ( civil society ) yang sehat, cerdas, terampil, kretaif, inovatif, produktif, mandiri dan berbudaya tinggi.
nagarinews

nagarinews

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) NAGARI IINFORMASI

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!