19 views

Disudut Nagari yang Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia

Warga Menjerit, Jalan Kampuang Padang Tak Pernah Dibangun

Limapuluh Kota, Nagarinews.com–Warga yang tinggal dipemukiman penduduk di Kampuang Padang, Jorong Lokuang, Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, menjerit. Pasalnya sejak 74 tahun merdeka hingga kini, belum kunjung disentuh pembangunan infrastruktur jalan.

Padahal Kototinggi pernah berjasa sebagai Ibu Kota Indonesia Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948 silam. Sangat disayangkan tentunya, belum kunjung menjadi perhatian pemerintah untuk membangunkan sekedar jalan sebagai akses transportasi.

“Masyarakat di Kampuang Padang hanya memiliki jalan tanah yang becek saat hujan dan rusak sebagai akses transportasi harian. Sudah sepatutnya disentuh pemerintah untuk dibangun,”ungkap Desri Imam, salah seorang tokoh masyarakat Koto Tinggi kepada Pewarta Nagarinews.com, Rabu(27/11) sore.

“Jalan Kampuang Padang, Jorong Lokuang, Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh dalam kondisi usai diguyur hujan. Sumber foto Dokumentasi Faceebook Desri Imam” 

Jalan tanah sebagai akses utama warga tersebut diperkirakan sepanjang 15 kilometer yang belum pernah sekalipun dilapisi aspal. Jalan sepanjang itu, sekitar 6,5 kilometer yang benar-benar sangat dibutuhkan untuk segera dibangun agar warga tak lagi kesulitan.

“Masyarakat tentunya sangat berharap bisa menikmati jalan dilapisi aspal sebagai akses transportasi sehari-hari seperti nagari dan perkampungan lainnya di Limapuluh Kota,”ucap Desri berharap.

Berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat, di Kampuang Padang yang menjadi bagian administrasi Jorong Lokuang, Nagari Kototinggi tersebut, dihuni sekitar 400 kepala keluarga atau sekitar 800 jiwa. Artinya aktifitas ekonomi, pendidikan dan pertanian sangat bergantung pada jalan tersebut.

“Kita akui, memang jalan Kampuang Padang belum pernah tersentuh aspal. Hingga saat ini masih dilapisi aspal. Kasihan kita melihat warga, petani dan anak-anak kita yang pulang pergi sekolah harus melewati jalan yang tak layak, dari dulu hingga sekarang belum kunjung berubah,”ungkap Walinagari Kototinggi, Yovi Antoni, kemarin.

Selain dihuni sekitar 800 jiwa, Kampuang Padang juga penghasil komoditi unggulan Jeruk Siam Gunuang Omeh atau yang populer sebagai unggulan Limapuluh Kota dengan sebutan Jesigo nya.”Bukan sekedar pemukiman, namun juga sebagai kawasan potensial sebagai daerah penghasil komoditi Jesigo juga,”tambah Walnag Yovi Antonio.

Baca juga :  Listrik Padam hingga 24 Jam

Sebuah perkampungan masyarakat, ditambah lagi dengan sebuah sekolah SDN 10 Kototinggi juga berada di Kampuang Padang. Artinya tidak ada alasan untuk tidak disentuh pembangunan pemerintah. Namun faktanya, sangat kontras dengan harapan masyarakat.

“Sebenarnya disentuh pembangunan melalui aspirasi anggota DPRD dan Dana Desa (DD) sudah ada, hanya saja tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan pembangunan jalan secara maksimal. Kita berharap di alokasi APBD untuk pengaspalan,”pinta Walnag Kototinggi.

Jalan menuju Kampuang Padang bisa dilewati dari jalan utama Koptotinggi menuju Lakuang, hingga puskesmas dan simpang Lakuang. Panjang jalan ini, kata Walnag Yovi, sepanjang 15 Kilometer.”Sementara akses utama yang biasa digunakan masyarakat adalah dari Simpang Aua menuju Kampuang Padang. Panjang jalannya sekitar 6,5 kilometer,”tambah Yovi Antonio menjelaskan kebutuhan jalan.    

Dana desa tahun 2019 ini, kata Walnag sudah dialokasikan sekitar Rp 130 juta untuk rabat beton jalan. Hanya saja tidak akan mampu menjadi akses transportasi yang representatif,”Masyarakat membutuhkan jalan aspal, sehingga dalam satu kali pembangunan bisa digunakan dalam waktu yang lama,”ujar Yovi lagi.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota, Yunire Yunirman mengatakan, jalan Kampuang Padang sepertinya bukan ruas jalan kabupaten. Sehingga belum dianggarkan Pemkab Limapuluh Kota untuk diaspal tahun 2019 ini.

“Kendati begitu, tentunya jalan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat perlu jadi perhatian untuk dibangun. Kita akan mempelajari dan mengkaji kebutuhan jalan tersebut untuk jadi perhatian kedepan,”ungkap Kadis PUPR, Yunire Yunirman saat dikonfirmasi Pewarta Nagari via telepon genggamnya, Rabu malam.(m)

nagarinews

KIM NAGARI CERDAS INFORMASI :
Mewujudnya masyarakat informasi yang dinamis sebagai dasar bagi terbentuknya masyarakat madani ( civil society ) yang sehat, cerdas, terampil, kretaif, inovatif, produktif, mandiri dan berbudaya tinggi.
nagarinews

nagarinews

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) NAGARI IINFORMASI

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!