Luncurkan Buku Jejak Pengawasan, Bawaslu Beberkan Sejumlah Pelanggaran Pemilu

  • Whatsapp


Limapuluh Kota, NNews–Bentuk laporan kinerja pengawasan yang telah dilakukan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota luncurkan buku Jejak Pengawasan yang di launching di Hotel Shago Bungsu, Kecamatan Harau, Kamis(19/12).

Setiap rangakaian pengawasan sejak awal tahapan pemilu dilaksanakan, dimuat dalam buku setebal 134 halaman tersebut. Sehingga menjadi lebih mudah bagi masyarakat mengetahui kinerja pengawasan untuk memancing partisipasi aktif guna memastikan pemilu kedepan kian jauh dari pelanggaran-pelanggaran.

Bacaan Lainnya

“Buku ini merupakan bentuk laporan kinerja kita di Bawaslu, setiap tahapan penyelenggaraan dirangkum dengan jelas, bahkan  menggunakan tabellengkap hingga hasil pemungutan suara, penghitungan dan penetapan,”ucap Komisioner Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Ismet Aljannata usai pembukaan launching kepada Pewarta Nagarinews.com, kemarin.

Menurut Ismet Aljannata, dalam buku yang di editori Ilham Yusardi, mantan anggota KPU Kabupaten Limapuluh Kota tersebut, terdapat sejumlah pelanggaran-pelanggaran yang kerapterjadi selamapenyelenggaraan pemilu 2019 lalu                

“Pelanggaran yang paling banyak dilaporkan masyarakat ke Bawaslu terkait alat peraga. Selain itu juga ada pelanggaran oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga mendapat sanksi administratif,”ucapIsmet Aljannata didampingi, Komisioner Bawaslu, Zumaira dihadapan sejumlah undangan launching buku Bawaslu.

Ismet juga menjelaskan,dalam pemilu 2019 lalu juga ada laporan pelanggaran money politic atau politik uang. Hanya saja tidak sampai pada tahap persidangan.”Soal money politik memang ada laporan yang masuk,  namun tidak samapai pada tahap persidangan. Sementara bagi pelanggaran yang dilakukan penyelenggara juga terjadi dan diproses hingga dijatuhi sanksi oleh DKPP,”tambah Ismet.

Sementara, Anggota Bawaslu Sumbar, Elly Yanti yang juga diundang sebagai pembicara membenarkan, buku yang diluncurkan Bawaslu merupakan bentuk laporan kerja Bawaslu kepada publik.”Sekaligus menjadi bahan acuan untuk pemilihan kepala daerah serentak mendatang,”ucap Elly dihadapan perwakilan partai politik, akademisi, pelajar dan mahasiswa yang turut diundang dalam peluncuran buku Bawaslu.

Lebih jauh, anggota Bawaslu Sumbar ini menyebutkan, setiap tahapan pemilihan umum atau pilkada harus diawasi. Sebab bisa saja terjadi pelanggaran ditingkat penyelenggara maupun peserta.”Setiap aturan harus kita sadari, bahwa ada celah-celah aturan yang bisa saja dimanfaatkan sebagai bentuk kecurangan,”pungkas Elli Yanti.(nn)   

Pos terkait