KONI Butuh Anggaran Mencukupi Hadapi Porprov 2020

  • Whatsapp

Limapuluh Kota, NNews-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Limapuluh Kota, sampaikan kebutuhan pembinaan atlet  dalam dengar pendapat atau hearing dengan Komisi II DPRD Limapuluh Kota, di kantor DPRD, Sarilamak, Harau, Senin(30/12). 

Selain pengurus KONI yang dipimpin, Davis Emha, pertemuan terbatas tersebut juga dihadiri para pengurus cabang olahraga yang diterima langsung Sekretaris Komisi II, Khairul Apit bersama anggota, Bisron Hadi. 

Bacaan Lainnya

“Jika kita flashback kembali, terkait raihan prestasi Kabupaten Limapuluh Kota, sejak Porprov 2012 hingga Porprov 2018 lalu, prestasi kita (Lima Puluh Kota) masih bertahan di angka lima besar Sumbar,” kata Ketua Umum KONI Limapuluh Kota, Davis Emha, dalam penyampaiannya.

KONI bersama segenap unsur yang membantu bidang olah raga, tambah Davis, terus berusaha memberi dukungan pembinaan kepada seluruh atlit pada 36 cabang olahraga. Terutama dalam hal fasilitasi latihan, perlengkapan, serta kegiatan iven-iven bagi atlit berprestasi. 

Tercatat sebanyak 11 cabang olah raga terbukti memberikan kontribusi perolehan medali dalam iven olahraga Provinsi maupun Kejurnas. Kendati demikian, tambah Davis, masih banyak cabang olah raga kurang mendapat perhatian dari KONI, akibat alasan keterbatasan anggaran. 

“Apalagi tahun 2020, informasi yang kami terima, anggaran pembinaan KONI, yang ditetapkan di APBD 2020 sebesarRp800 juta dari Rp2,5 miliar dana pembinaan yang kami ajukan. Kondisi ini kami khawatirkan, bisa menggeser capaian prestasi pada Porprov mendatang,” tambah Davis diamini Wakil Ketua Umum, Budi Febriandi. 

Davis berharap, DPRD bersama pemerintah daerah mau memberikan sedikit perhatian dalam pembangunan bidang olah raga. Mengingat, Limapuluh Kota sangat kaya dan merupakan gudang atlit berprestasi yang berpotensi meraih juara dan prestasi. 

Ditambahkan Budi Febriandi, idealnya kebutuhan KONI di tahun 2020 mendatang sebesar Rp 4,5 miliar.”Untuk persiapan porprov tahun 2020 kita butuh dana persiapan atlet paling kurang Rp. 4,1 milyar, bahkan untuk pemberangkatan atlet kabarnya juga tidak dianggarkan di APBD tahun 2020,”sebut Budi Febriandi.

Menanggapi aspirasi KONI, Sekretaris Komisi II, Khairul Apit menyebut, DPRD khususnya Komisi II bakal menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan para pegiat olah raga. Ketua Fraksi Partai Gerindra tersebut mengaku, olahraga menjadi salah satu bidang pembangunan yang musti diperjuangkan. 

“Segala konsekwensi terutama pendanaan dan anggaran ini akan kami jadikan masukan, untuk dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar). Jika memang tidak sesuai kebutuhan, tentu perlu ditambah sesuai angka yang rasional. Ini kita tindaklanjuti,” tutur Khairul Apit. 

Menurutnya, pemerintah daerah, DPRD serta para pegiat olahraga terutama KONI bersama pengurus cabang olahraga perlu menentukan sikap dan komitmen terkait program dan anggaran menghadapi Porprov 2020 mendatang. Khairul Apit juga meminta KONI menginventarisir seluruh kebutuhan peralatan hingga latihan seluruh cabang olahraga. 

“Minimal, kita usahakan melengkapi dan harus kita perhatikan. Agenda serta program pembinaan juga harus jelas, supaya kami bisa memberi masukan dan pertimbangan kepada Banggar dan pemerintah daerah. Keberlangsungan pembangunan olahraga, ini tanggung jawab kita bersama,” tutur Khairul Apit.

Bernada hampir sama, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra mengatakan, rapat Banggar masih berlangsung dan DPRD berkomitmen dorong untuk menganggarkan kebutuhan  Porprov 2020.”Tadi (kemarin, red) pembahasan evaluasi gubernur, Insya Allah, kita akomodir,”jawab Ketua DPRD Limapuluh Kota saat dikonfirmasi, Senin(30/12) sore.(nn)

Pos terkait