Limapuluh Kota, NNews–Sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) di Jorong Lombah dan Jorong Ateh Koto, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, butuh jembatan permanen sebagai akses jalan penyeberangan sungai. Sebab sudah sejak lama warga hanya memanfaatkan jembatan gantung yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. 

Meski sudah menjadi usulan wajib setiap kali Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) nagari setiap tahunnya, sayang tak pernah jadi perhatian. Buktinya hingga saat ini, masih belum dibangun. Padahal warga sangat berharap jembatan permanen akan bisa mempermudah akses ekonomi masyarakat yang umumnya petani. 

Hal itu dibenarkan Wali Nagari Sungai Rimbang, Il Fandi kepada NNews, Jumat(3/1). Menurut Il Fandi, bentangan jembatan sepanjang 21 meter lebih. Sehingga membutuhkan biaya yang besar hingga jembatan representatif bisa dibangun sebagai akses transportasi bagi masyarakat di Sungai Rimbang. 

“Memang tidak berada diruas jalan Kabupaten, namun jembatan ini merupakan akses utama bagi masyarakat di Jorong Lombah dan Ateh Koto. Ketika pembangunan jembatan dialokasikan menggunakan dana desa, rasanya tidak akan mencukupi. Sebab dana desa besarannya setiap tahun hanya sekitar Rp 800 juta saja,”keluh Walnag Sungai Rimbang, kemarin. 

Jembatan yang saat ini menjadi akses utama masyarakat di dua jorong di Nagari Sungai Rimbang itu, merupakan jembatan gantung selebar sekitar 1,5 meter saja. Hanya pejalan kaki dan kendaraan roda dua yang bisa melintasi sungai menggunakan jembatan tersebut,”Hasil pertanian biasanya diangkut menggunakan sepeda motor hingga keseberang sungai, dari seberang sungai baru bisa diangkut menggunakan mobil,”kisah Il Fandi. 

Jembatan gantung sepanjang 21 meter ini, hanya menggunakan material kayu untuk lantainya. Seiring waktu, kayu-kayu jembatan melapuk dan patah. Biasanya warga menggalang dana secara swadaya untuk mengganti kayu lantai jembatan,

Baca juga :  BOX MPP Payakumbuh

“Memang begitulah kondisi jembatan,”ungkap Il Fandi berharap dibangunnya jembatan permen yang representatif. 

Menanggapi keluhan yang disampaikan masyarakat di Nagari Sungai Rimbang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Yunire Yunirman menyebutkan, setiap kebutuhan masyarakat tentunya menjadi hal utama bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk diperhatikan. 

“Hanya saja memang belum seluruh kebutuhan infrastruktur bisa terakomodir dalam APBD Kabupaten Limapuluh Kota.

Namun secara bertahap dan berkesinambungan akan diupayakan untuk bisa membangun apa-apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat,”ucap Kepala Dinas PUPR, Yunire Yunirman, Jumat(3/1) sore. 

Terkait dengan jembatan gantung penghubung dari Jorong Lombah dan  Jorong Ateh Koto dengan pusat Pemerintahan Nagari Sungai Rimbang dan ibu kota Kecamatan Suliki ini, kata Yunire akan di pelajari kembali. Sebab menurut Kadis PUPR , jembatan dengan bentangan  hingga 21 meter membutuhkan biaya cukup besar jika dibangun secara permanen.  

“Seharusnya, jika memang sudah diusulkan dalam musrenbang nagari dan jadi prioritas usulan dari nagari hingga kecamatan, tentunya sudah harus jadi prioritas pula hendaknya di tingkat kabupaten. Kedepan kita akan lihat dan teliti lagi usulan jembatan tersebut. Mudah-mudahan bisa menjadi prioritas nantinya,”pungkas Yunire.(nn)

loading...