Diduga Melanggar, Walikota Payakumbuh Segel Dua Kafe

  • Whatsapp

Payakumbuh, NNews– Usai melakukan razia Sabtu(18/1) hingga Minggu (19/1) dini hari, Wali Kota Payakumbuh bersama Satpol PP, TNI dan Polri, segel dua kafe dan karaoke di kawasan Kelurahan Sicincin dan kawasan Ngalau Indah, Kota Payakumbuh, Senin(20/1). 

Sebab kedua kafe dan karaoke disinyalir sudah melampaui batas perizinan sesuai Perda nomor 1 tahun 2007 tentang Izin Usaha Jasa Kepariwisataan dan Perda nomor 12 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penindakan Penyakit Masyarakat dan Maksiat.

Bacaan Lainnya

“Ini merupakan respon cepat kita sebagai Pemerintah Kota Payakumbuh yang berkomitmen menjadi kota anti penyakit masyarakat dan maksiat,”ucap Wali Kota Payakumbuh saat memimpin razia sebelumnya.

Saat penyegelan kafe dan karaoke secara langsung oleh Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, ikut hadir  Asisten 1 Setdako, Yoherman, Kasatpol PP dan Damkar, Devitra, Kepala BPM PTSP, Harmayunis, Camat Payakumbuh  Selatan, Junaidi, Ketua KAN Limbukan dan dari unsur TNI, Kapten Joni Forta, personil Depom TNI, Kapolsek Kota Payakumbuh AKP Julianson serta personil  dari Polres Limapuluh Kota. 

“Perda yang dilanggar adalah Perda nomor 1 tahun 2007 tentang Izin Usaha Jasa Kepariwisataan dan Perda nomor o12 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penindakan Penyakit Masyarakat dan Maksiat,”terang Kasat Pol PP, Devitra kepada pewarta NNews, Senin sore.

Berdasarkan informasi sebelumnya dari Pemko Payakumbuh melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), masih ada dua kafe lagi yang rencanannya akan disegel. Sebab diduga telah melanggar perda pekat dan maksiat. Aktifitas karaoke berbau maksiat yang di informasikan masyarakat memiliki  wanita penghibur.

Salah seorang tokoh masyarakat Luak Limopuluah, Desembri Chaniago menyatakan sangat apresiatif dan mendukung tindakan tegas yang dilakukan Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi terhadap hal-hal yang berbau merusak nilai-nilai moral dan tindakan berbau maksiat dan penyakit masyarakat. 

“Tentu akan muncul kontra dari masyarakat yang merasa usahanya terganggu. Namun hal ini bisa disikapi dengan mengarahkan masyarakat untuk usaha yang lebih baik dan tidak berbenturan dengan nilai-nilai moral, aturan dan agama. Jika tetap membandel, tentu harus ditindak secara tegas,”ucap Desembri yang juga kerap disapa Buya ini, kemarin.(nn)

Pos terkait