Kantor Arsip dan Perpustakaan Liko Memprihatinkan

  • Whatsapp

Limapulub Kota, NNews–Luput dari pantauan dan seakan lepas dari perhatian, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkantor di gedung tak layak. Selain itu, uang lembur yang tak lagi di akomodir di salah satu dinas pelayanan masyarakat tersebut. Kondisi demikian terungkap saat Komisi I DPRD Kabupaten Limapuluh Kota berkunjung, Senin(20/1).

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi I yang di Koordinatori Ketua DPRD, Deni Asra, dan dipimpin, Asrul beranggotakan, Sastri Andiko Datuak Putiah, Wirman Datuak Pangeran, Irman Tedi, Alfian, Beni Murdani, Riko Febrianto, Epi Suardi, Akrimal Adham dan Akmal Rustam ini, melihat secara langsung kondisi Dinas  yang dipimpin Radimas tersebut.

“Ada beberapa persoalan mendasar dari dinas perpustakaan dan arsip, mulai dari kondisi kantor yang sangat memprihatinkan, atap dan loteng bocor, depo arsip miris, alat penyimpanan ada tapi kondisi ruangan yang sempit, tidak akan mampu menampung semua arsip daerah disana,”ucap Deni Asra menggambarkannya ke pewarta NNews.com, Senin(20/1) malam.

Menurut Ketua DPRD yang juga Ketua DPC Gerindra ini mengatakan, sebenarnya pada tahun kemarin (2019,red) ada peluang bantuan dari pusat, tapi kalah cepat dari Kabupaten Agam, karena kabarnya disana untuk lobby langsung Bupatinya turun tangan ke pusat.

“Solusinya, kita fokus 2021, ada pembangunan kantor baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini, Kita akan berjuang bersama untuk menggaetnya ke pusat. Sementara untuk kekurangan tenaga ASN. Sekarang dibantu oleh 14 THL, itupun masih belum memadai dengan beban tugas yang ada,”tambah Deni Asra.

Deni Asra menilai, Inovasi dari dinas ini multi tapi tidak didukung dengan anggaran yang ada, seolah olah dinas jalan sendiri tanpa dukungan dari TAPD.”Mirisnya lagi, kabarnya ada pemotongan uang lembur sampai 0 di dinas ini. Sehingga biasanya Sabtu buka untuk menerima masyarakat membaca buku, tahun ini tidak buka lagi. Karena Sabtu bukan jam kerja dan uang lembur tidak ada di DPA tahun ini,”Beber Ketua DPRD.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Radimas membenarkan kondisi yang dialami Dinas yang dipimpinnya. Kantor saat ini memang tidak memadai, sebab kantor ukurannya kecil. “Tahun ini kita ada dianggarkan untuk rehabilitasi kantor dengan anggaran Rp 200 juta,”sebut Radimas.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Radimas menyebutkan juga sudah membuat proposal sejak tahun 2019 ke pusat. Sudah masuk dalam daftar tunggu prioritas yang akan diakomodir ditahun 2021 mendatang.

“Mudah-mudahan seperti yang kita harapkan, ditahun 2021 nanti akan dianggarkan melalui DAK pusat sebesar Rp 10 miliar. Kita yakin sudah 90 persen. Mudah-mudahan akan bisa kita realisasikan di tahun 2021  nanti,”harap Radimas.(nn)

Pos terkait