Pangkalan Terendam Banjir

  • Whatsapp

NNews ,Limapuluh Kota– Akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 18.00 WIB, Selasa(11/2) mengakibatkan meluapnya sungai Batang Maek, Sungai Batang Kasok dan Sungai Batang Samo . Sehingga menyebabkan banjir di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, sejak pukul 04.30 WIB, Rabu(12/2).

“Kondisi saat digenangi air banyak peralatan dan perabotan yang basah dan ketinggian air sekitar 50 cm di dalam rumah Masyarakat. Air mulai surut sekitar pukul 7.30. Saat ini Masyarakat sudah mulai membersihkan rumah dan beraktifitas seperti biasanya,”sesuai laporan Pusdalops PB BPBD Limapuluh Kota via group whatsApp Rabu(12/2) sore.

Bacaan Lainnya

Dalam laporan Pusdalops PB yang ditandatangani Kepala Pelaksana (Kalaksa0 BPBD Limapuluh Kota sebagai penanggung jawab Pusdalops PB, Joni Amir bersama Manager Pusdalops, Rahmadinol ini dirincikan data dampak banjir Pangkalan Koto Baru yang merendam ratusan unit rumah di delapan jorong. Data rincian bisa dilihat pada tabel rincian.

“Disampaikan Kalaksa BPBD, Joni Amir bersama Manager Pusdalops, Rahmadinol, terdampak banjir satu unit sekolah, 308 unit rumah warga yang dihuni sekitar 363 kepala keluarga atau sekitar 1.380 jiwa,” terang Joni Amir bersama Manager Pusdalops Rahmadinol dalam rincian laporan Pusdalops .

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang terjadi di Pangkalan Koto Baru, kemarin. Namun informasi lainnyayang disampaikan masyarakat melalui Kepala Jorong Banjaronah, terendam sejumlah peralatan dan perabotan milik masyarakat, termasuk harta benda berupa satu unit mobil dan empat unit motor yang tak bisa diselamatkan.

“Alhamdulillah sekarang banjir sudah surut, namun warga tetap waspada jika intensitas hujan tetap tinggi. Sekarang warga tengah membersihkan lumpur yang terbawabanjir hingga kedalam rumah,”sebut Kepala Jorong Banjaronah.

Sementara BPBD Limapuluh Kota melakukan pemantauan lokasi pasca banjir, mendirikan tenda dan melakukan pendataan serta  memonitor pendistribusian makanan oleh Pemerintah Nagari Pangkalan.

“Kebutuhan mendesak saat ini, kebutuhan pokok dan pembersihan rumah yang terendam banjir,”jelas Joni Amir sesuai laopran Pusdalops PB, kemarin.    

Berdasarkan data sebelumnya, sepanjang aliran sungai yang bermuara ke PLTA Koto Panjang memiliki potensi banjir. Sebab ketinggian air di waduk PLTA Koto Panjang tak berbeda jauh dengan ketinggian pemukiman di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

Sehingga saat intensitashujan tinggi dan pintu air waduktidak dibuka hingga ketinggian tertentu, dipastikan Pangkalan akan kebanjiran. Hal ini sebelumnya disampaikan Manager Pusdalops PB BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol.

“Ketinggian Nagari Pangkalan hanya 118 meter diatas permukaan laut, sementara permukaan air waduk PLTA  Koto Panjang disaat debit air kondisi hujan sedang  berada diketiggian sekitar 82,5 mdpl. Artinya jika intensitas hujan tinnggi, ketinggian permukaan air waduk akan sama tinggi dengan ketinggian Nagari Pangkalan. Sehingga terjadilah banjir,”ucap Rahmadinol.

Sehingga kata Kabid Kedaruratan dan Logistik yang juga Manajer Pusdalops PB Limapuluh Kota ini, pengerukan sedimen Waduk PLTA Koto Panjang yang dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

“Sedimentasi didasar Waduk PLTA sangat tinggi, hal itu kami temukan saat melakukan survey ke PLTA Koto Panjang beberapa waktu lalu. Sementara pembuangan sedimentasi sepertinya tidak ada. Alhasil sedimentasi membuat permukaan air semakin tinggi,”tambah Rahmadinol.

Hal utama yang bisa dilakukan dalam jangka pendek adalah koordinasi dengan petugas pintu air Waduk PLTA Koto Panjang.”Jika air sudah mulai tinggi, pintu air sudah harus dibuka. Jika tidak Pangkalan akan terendam banjir,”terang Rahmadinol kepada NNews.(nn)

Pos terkait