Sastrawan Minang Irman Syah Pulang Kampung

  • Whatsapp
Nadrah seorang mahasiswi dengan Mayor Saxophone di  Istitut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang bersama Irmansyah di Panorama Kayu Kolek

Limapuluh Kota,Nnews– Menjelang memulai perjalanan budayanya di Sumatera Barat, Irman Syah langsung ke Destinasi Wisata Kayu Kolek menjernihkan suara bansinya.

Rangkaian perjalanan budaya sastrawan Irman Syah ini direncanakan selama tiga (3) hari, sejak 22-24 Februari 2020 di empat (4) titik , Payakumbuh, Kab. Lima Puluh Kota, Kayutanam, dan Padang.  

Bacaan Lainnya

Menjelang rangkaian pengembaraannya itu Irman syah memadukan puisinya dengan seorang permain saxophone, Nadrah atau sering dipanggil dengan imbauan Nada. Dia adalah seorang mahasiswi dengan Mayor Saxophone di  Istitut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang.

Bersama Nada ia menjernihkan suara bansinya di destinasi wisata Kayu Kolek  Nagari Tanjung Haro Sikabu Kabu Padang Pajang pada kamis (20/2) lalu.

Nada bersama Irman Syah memadukan alat musik saxopon dengan puisi di kawasan wisata panorama kayu kolek , Negeri Atas Awan (20/02)

Ini sebuah penjajakan, mempertemukan suara bansi dengan saxophone dengan lirik lirik puisi. Nada dan Irman Syah mencoba mengkalaborasikan bansi, saxophone dan puisi.

Perjalanan kultural dengan moto ‘Poelang Kampus, Pulang ke Ragi’ ini diisi dengan perbincangan-diskusi  dan bedah buku puisi “Rohmantik” karya Irman Syah (JBS, 2019), dan diikuti dengan pembacaan puisi dan penampilan pertunjukan seni.     

Di  Payakumbuh diadakan pada Sabtu siang, 22 Februari 2020, bertempat di Komunitas Seni Intro dalam gelaran diskusi dengan bedah buku.

Untuk penampilan, pertunjukan seni digelar di Lawang Kafe, Limapuluh Kota pada Sabtu malam dengan penampil baca puisi oleh penyair penyair ternama tua dan muda seperti “Sulaiman Juned, Indra Muhidin, Refdinal Muzan, Iyut Fitra, Muhammad Subhan, Okta Piliang, Adri Sandra, Ikhawanul Arif, Gus tf, S Metron M, Thendra BP dan juga penampilan Kelompok Legusa untuk musik puisi.

Selepas itu, barulah perjalan budaya Irman Syah bergerak besoknya ke Kayutanam, yaitu di INS, sebuah sekolah tua ternama yang didirikan oleh Moh Syafei pada tahun 1926. Malamnya diskusi di Kedai Teroka Pauh, Padang. Pada senin (24/2) rangkaian ini dimuarakan secara penuh di kampus Unand Limau Manis Padang.

Pos terkait