AKBP Dony Setiawan, Gagas Sederet Terobosan untuk Masyarakat

  • Whatsapp

Melihat Rencana AKBP Dony Setiawan, Kapolres Payakumbuh yang Tak Ingin Jadi “Pangkodamar”
Berada Ditengah Anggota, Gagas Sederet Terobosan untuk Masyarakat

Menjadi abdi negara sebagai anggota Polri tentunya memikul beban tanggung jawab cukup berat. Namun dengan kerja ikhlas, cerdas dan berintegritas akan lebih mudah mewujudkan cita-cita yang ingin dicapai. Seperti apakah tekad AKBP Dony Setiawan yang kini menjabat Kapolres Payakumbuh?

Bacaan Lainnya

Foto bersama para jurnalis dari berbagai media massa

Nagari-news.com--Payakumbuh

Kendaraan roda dua tersusun rapi diparkiran dekat pintu masuk Markas Polres Payakumbuh, Jalan Pahlawan, Labuah Basilang, Kota Payakumbuh, Jumat (21/2) pagi yang cerah akhir pekan lalu. Meski terlihat tak begitu luas, namun seorang juru parkir sigap menata setiap kendaraan yang datang, seperti halnya ketika pewarta berkunjung atas undangan Kapolres dalam sebuah gelar informasi kepada media.

“Silahkan isi buku tamunya pak,”ucap juru parkir sembari menunjukkan sebuah buku yang terletak diatas meja front office Polres Payakumbuh kepada pewarta yang saat itu masih kebingungan dan merasa canggung. Sebab biasanya langsung saja mendatangi tempat press release sesuai undangan Kapolres, tanpa mengisi daftar di buku tamunya.

“Pers,” kata seorang Polwan muda yang duduk di meja front office kepada juru parkir memberi tahu. Sepertinya Ibu Polwan ini sudah mengetahui maksud pewarta saat itu. Sehingga tak jadi mampir dan mengisi buku tamu di layanan front office yang terlihat tertata rapi dan berbeda dari sebelumnya.

Setidaknya ada perubahan yang cukup terasa di Mapolres Payakumbuh saat itu. Sementara disalah satu ruangan, tepat didepan ruangan Kapolres telah hadir sejumlah para jurnalis dari berbagai media massa.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan bersama para kasat dan seorang Kapolsek, duduk disebuah meja dengan sejumlah barang bukti ganja dan sabu-sabu serta barang bukti kejahatan lainnya. Sementara latar belakangnya dijadikan 14 orang tersangka penyalahguna narkotika yang disuruh berdiri menghadap kedinding.

“Usai mengambil keterangan dan press release ini, kawan-kawan media saya tunggu di kantin belakang,”ucap Kapolres AKBP Dony Setiawan setelah memberikan ekspose perkara dan kasus kejahatan lengkap dengan kronologis dan barang buktinya.

Pertama bertemu dengan Kapolres berprestasi ini, langsung memberikan kesan sosok Dony Setiawan memang tipikal seorang pimpinan yang patut jadi teladan. Cara berjalan dan pergerakannya yang cepat memberikan gabaran AKBP Dony memiliki karakter seorang pekerja yang tangguh.

Benar saja, sejumlah mimpi diwujudkannya dengan bekerja keras. Memulai dari tempatnya melangkah, bergerak dengan apa yang bisa diberdayakan.”Kita bertekad untuk bisa mewujudkan Polres lebih baik,”ucap Kapolres dihadapan para wartawan sambil ngopi bersama di kantin Polres Payakumbuh, Jumat pagi.

“Sejak awal menjabat Kapolres Payakumbuh, kita memiliki tugas baru untuk menjadikan Polres Payakumbuh terus tumbuh dan terbangun lebih baik lagi. Sehingga mungkin sedikit lebih sibuk, apalagi sekarang dilakukan evaluasi rutin oleh Bapak Kapolda untuk capaian setiap Polres,”cerita Kapolres dalam diskusi santai bersama awak media.

Sebenarnya kata Kapolres yang rendah hati ini, dirinya tidak berbuat lebih banyak dari seharusnya. Hanya saja setiap pekerjaan, dirinya ingin melakukan dengan sempurna. Ketika diminta Pemko Payakumbuh untuk menjadi nara sumber dalam mewewujudkan Wilayah Bersih dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Polisi pelopor revolusi mental ini, akan sangat suka berbagi dengan syarat setiap pribadi memiliki kemauan untuk merubah diri dengan hati dan pola pikir.

“Karena sebenarnya untuk mewujudkan kinerja itu hanya soal merubah sikap mental dan pola pikir,. Jika bisa meluruskan niat dihati dan berfikir positif untuk terus menjadi lebih baik, semua bisa dilakukan. Berawal dari hati dan kepala,” ungkap AKBP Dony sambil menunjuk dada dan kepala.

Bercerita lepas sambil berharap menerima masukan dan kritikan dari para jurnalis, abdi negara Korps Bhayangkara ini mengaku akan terus berada mendampingi anggota untuk meningkat kinerja disetiap kesatuan yang ada di bawah komandonya.

“Mohon maaf teman-teman semua, mungkin jadwal ngopi-ngopi bareng kita agak sedikit berkurang. Sebab saya benar-benar ingin melaksanakan setiap tugas secara tuntas. Kita usahakan terus berada bersama anggota mewujudkan kinerja optimal setiap kesatuan untuk membangun integritas dari hati dan pemikiran. Saya tidak ingin disebut “Pangkodamar” alias Panglima Komando Dalam Kamar,” sebut AKBP Dony Setiawan sedikit bercanda disambut tawa para wartawan, menjelang Jumat siang itu.

Perubahan-perubahan signifikan mulai terlihat di Polres Payakumbuh sejak kepemimpinan Dony Setiawan. Meski minta tak perlu diekspose, namun kerja nyatanya sudah terlihat.”Pengungkapan kasus dan penuntasan laporan polisi yang masuk hingga tingkat kepuasan masyarakat harus menjadi prioritas kita. Kapolda akan terus melakukan evaluasi dan akan sangat malu jika dalam evaluasi Polda Sumbar, Polres yang kita pimpin tertinggal dari Polres lainnya,”ucap AKBP Dony.

Lebih kerap terlihat menggunakan seragam dengan baju warna Cokelat digulung kelengan, topi fieldcap, kemudian celana dengan dua saku di paha dan sepatu pdl, terlihat jelas bawaan AKBP Dony Setiawan menggambarkan selalu dalam kondisi siaga dan seorang pekerja.

Setelah meluncurkan aplikasi Polisiku untuk memudahkan pelayanan dalam pengurusan administrasi yang berhubungan dengan kepolisian, AKBP Dony Setiawan menyebutkan, tengah mendirikan pos terpadu di pusat Pasar Payakumbuh bersama Pemko.”Kita akan melihat seperti apakah respon dan fungsi pos terpadu itu nanti, mudah-mudahan bisa meminimalisir tindak kejahatan hingga pekat dikawasan pusat Kota Payakumbuh,”tambah Kapolres.

Wujudkan Respon Tombol Panic

Tombol Panic : Aplikasi Polisi Polres Payakumbuh  memiliki fitur utama yaitu Tombol Darurat (Panic)

Langkah terobosan berikutnya yang menjadi bahan untuk bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, AKBP Dony Setiawan juga tengah menggagas bersama Pemko Payakumbuh untuk bisa mewujudkan pelayanan tepat guna untuk masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh Kota kedepan.

Terobosan itu, kata Kapolres dalam bentuk satu “tombol panik” yang bisa dengan cepat merespon setiap kebutuhan masyarakat diseluruh wilayah hukum Polres Payakumbuh yang tersebar di Kota Payakumbuh dan sebagian Kabupaten Limapuluh Kota.

“Misalnya ketika ada peristiwa kebakaran yang dilaporkan masyarakat, pesan tersebut dengan cepat direspon Pemadam Kebakaran. Selanjtnya jika ada bencana alam
, juga direspon dengan cepat badan penanggulanagan bencana atau tindak kejahatan pungli yang bisa langsung di tanggapi Saber Pungli. Begitu juga dengan tombol panik lainya bisa terintegrasi dan memudahkan masyarakat,”harap Kapolres bisa mewujudkan tekadnya.

Aplikasi : aplikasi Polisi Polres Payakumbuh ini telah di grand launching Kamis tanggal 23 Januari 2020 yang lalu .

Sedikit lagi menambahkan terobosan yang sudah dilakukan Polres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan menyebutkan, saat ini Polres Payakumbuh sudah lebih terproteksi keamananya. Sebab ada alat yang terpasang dan bisa mendeteksi sejumlah bahan-bahan berbahaya jika dibawa ke Mapolres oleh pelaku kejahatan.

Alat tersebut akan mendeteksi obat-obatan terlarang, narkotika hingga mendeteksi bahan peledak yang mungkin dibawa untuk kepentingan kejahatan.”Sekarang kita di Polres sudah memiliki alat untuk mendeteksi hal-hal berbahaya dan berkaitan dengan tindak kejahatan,”kata AKBP Dony.

Bahkan, kata polisi teladan ini, jika seseorang sebelumnya memegang narkoba kemudian dipegang ke tas yang diperiksa, nanti akan ketahuan oleh alat itu sebagai narkoba, atau obat-obatan terlarang. “Begitu juga dengan bahan peledak. Keamanan di Mapolres harus lebih maksimal. Mana tau ada oknum-oknum yang berniat jahat, ketika tingkat keamanan rendah tau-tau sudah meledak saja misalnya,” pungkas Kapolres mengakhiri diskusi dengan para wartawan.(*)

Baca ini :

Pos terkait