Penambang Pasir Ilegal Ditangkap

  • Whatsapp

Limapuluh Kota, NNews–Dua orang diduga pelaku penambangan pasir ilegal di Sungai Batang Sinamar, Jorong Balai Gadang Bawah, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, diamankan Polres Payakumbuh. Kedua orang tersebut diamankan tim gabungan Polres Payakumbuh, sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu(11/3).

Pelaku diduga telah melakukan penambangan pasir menggunakan mesin sedot modifikasi mesin kendaraan Colt Diesel merk Mitsubishi. Satu diantaranya diduga oknum kepala jorong di nagari setempat berinisial, DM, 52, selaku pemilik lahan. Kemudian salah seorang warga lainnya berinisial, N, 59 merupakan warga yang notabene sebagai pemilik mesin sedot modifikasi.

Bacaan Lainnya

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Reskrim , AKP Ilham Indramawan membenarkan adanya penangkapan ini. Menurutnya, kedua orang pelaku tersebut menambang pasir dan batu sungai dengan menggunakan mesin sedot modifikasi.

“Saat dilakukan penangkapan, petugas mengamankan satu set alat mesin sedot modifikasi yang terdiri dari 1 unit mesin mobil Colt Diesel, 1 buah alat penyedot pasir berbentuk keong dan 4 buah selang spiral dengan panjang 10 meter, sebagai barang bukti yang diamankan,”ungkap AKP Ilham Indarmawan seperti direllis website https ://polrespayakumbuh.org.

Dijelaskan Kasat Reskrim, berdasarkan pengakuan tersangka, produksi maksimal dalam 1 hari bisa menghasilkan 20 kubik pasir dengan harga jual seharga Rp.70 ribu per kubik.

“Kedua tersangka sudah diamankan di Polres untuk proses penyidikan lebih lanjut dengan sangkaan pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tambah AKP Ilham Indarmawan.

Sementara Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan mengatakan, bahwa jajarannya akan menindak tegas praktik penambangan pasir ilegal di wilayah hukumnya. “Operasi penertiban penambangan pasir ilegal akan terus kami gencarkan. Jangan wariskan bencana untuk anak cucu kita. Mengelola sumber daya alam itu ada aturannya, harus berizin, ada kajiannya agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Jadi bagi yang belum punya izin silahkan urus, kalau belum tolong hentikan” sambung Kapolres.

Jangan Asal Tambang, Berpotensi Rusak Lingkungan

Dampak penambangan dan eksploitasi alam yang tidak mematuhi atauran dan menjaga lingkungan dengan baik, akan berdampak pada kerusakan alam. Sehingga perlu tindakan tegas sebagai langkah antisipasi.

“Dampaknya jelas nyata, sudah berapa kali kami harus masuk ke dalam sungai untuk membantu warga membersihkan pohon tumbang akibat longsornya dinding sungai. Penambangan pasir ilegal mengakibatkan penurunan dasar sungai secara drastis sehingga mengakibatkan laju air sungai semakin deras dan mengikis dinding sungai. Pohon beringin yang sudah tumbuh puluhan tahun di pinggir sungai aja bisa tumbang akibat penambangan pasir ini“, ujar Kapolres tegas.

Kapolres juga menghimbau agar Pemerintah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota lebih peduli dan mengambil langkah-langkah yang komprehensif untuk mengatasinya. “Jangan dibiarkan saja, jangan korbankan alam, jangan warisi bencana untuk anak cucu kita, pemerintah harus hadir mengatasi hal ini, terlebih di Payakumbuh dan Limapuluh Kota bencana longsor sudah sering terjadi“, kata Kapolres lagi.

Pemerintah, kata AKBP Dony Setiawan, wajib melakukan upaya mitigasi bencana. “Ya, ini salah satunya harus fokus mengidentifikasi faktor penyebab bencana dan mengurangi resiko terjadinya bencana, khususnya bencana longsor di wilayah hukum Polres Payakumbuh,”tukas Kapolres AKBP Dony.

Kepada masyarakat Kapolres berpesan kepada masyarakat yang sudah lama menjalai praktik tambang ilegal agar menghentikan aktifitkasnya. “Silahkan urus izin terlebih dahulu bila ingin menambang pasir atau batu,”tutup Kapolres.(nn)

Pos terkait