Pusat Kota Sepi, Toko Tetap Buka Meski Pasar Lengang

  • Whatsapp

Semprot : Petugas Satpol PP Kota Payakumbuh, semprotkan Disinfektan kepada pengendara yang hendak memasuki Kota Payakumbuh dari arah perbatasan Limapuluh Kota, Tanjuangpati-Tanjuanganau, Sabtu(28/3).

Payakumbuh, NNews–Pusat Kota Payakumbuh terlihat sepi sejak pembatasan dan pengetatan aktivitas warga dan aksesibilitas keluar masuk Kota Payakumbuh, Sabtu(28/3). Arus kendaraan roda 4 dari arah Pekanbaru Riau menuju Bukittinggi dan arah Kota Bukittinggi menuju Riau, diarahkan melalui jalan Lingkar Utara.

Bacaan Lainnya

Sementara seluruh elemen masyarakat dari tingkat RT, RW hingga ke Kelurahan bergerak bersama melakukan pemantauan dan pengawasan. Sehingga bisa memantau setiappergerakan dan mobilitas warga sebagai bentuk pembatasan.

“Kita dari arah Kabupaten Limapuluh Kota,melewati perbatasan di semprot pakai disinfektan sebelum di izinkan memasuki Kota Payakumbuh. Seluruh petugas, Satpol PP,Dishub dan Polres Payakumbuh bersama-sama melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk Kota Payakumbuh,”ungkap salah seorang warga Kota Payakumbuh, Wahyu Uliadi kepada Pewarta, Sabtu(28/3) siang.

Sementara pusat pertokaan di pusat pasar Payakumbuh masih buka, kendati tidak banyak orang terlihat berada dipasar Payakumbuh hingga Sabtu siang.”Kita barusan dari pasar Payakumbuh, terlihat lengang. Tidak banyak orang terlihat seperti biasa,”ungkap Wahyu Uliadi.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Payakumbuh, Devitra menyebutkan, Payakumbuh tidak Lockdown. Namun memang dilakukan pembatasan aktifitas dan pengalihan jalur transportasi. Selain itu juga dilakukan pengawasan dan pemantauan ekstra bagi orang yang baru datang dari luar Payakumbuh.

“Bukan Lock Down, tapi hanya pengalihan arus lalu lintas. Satpol PP bersama dengan kepolisian, BPBD dan Trantib membantu mengalihkan arus serta melakukan penyemprotan disinfectan kepada penegndara yang akan masuk Kota Payakumbuh,”ucap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Payakumbuh, Devitra, Sabtu siang.

Upaya yang dilakukan Kota Payakumbuh ini, sesuai dengan kebijakan yang dilahirkan setelah rapat dengan pimpinan OPD, Forkopimda dan unsur terkait, Jumat(27/3) itu, kemudian dituangkan dalam Instruksi Wali Kota Payakumbuh Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pembatasan dan Pengetatan Aktivitas Warga dan Aksesibilitas Keluar Masuk Kota Payakumbuh.

Instruksi ini ditujukan pada seluruh ASN di Setdako Payakumbuh, instansi vertikal, MUI Payakumbuh, Dewan Masjid Payakumbuh serta tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

Sementara di Kabupaten Limapuluh Kota, masyarakat mulai was-was. Sebab perantau dan terutama mahasiswa seperti di Kota Padang, Riau dan sejumlah daerah yang telah meliburkan mahasiswa sejak beberpa waktu lalu, sekarang sudah lebih memilih berada dikampung halaman di Limapuluh Kota.

“Kita was-was juga dengan kondisi ini, apakah bentuk pembatasan dan tindakan lebih tegas agar bisa memantau dan mengontrol orang yang baru pulang dari daerah terpapar covid 19. Syukur jika kesadarannya tinggi untuk mengisolasi dirisecara mandiri, bagi yang tidak sadar dan masa bodoh, akanmembuat resiko penularan lebih tinggi, ucap Aking salah seorang warga, kemarin.(nn)

Pos terkait