Proyek Embung Talago Senilai Rp 8,7 Miliar Dimulai

  • Whatsapp

Embung : Mantan Walnag Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Limapuluh Kota, Maskar M Datuak Pobo, lihat pembangunan embung Talago yang sudah dimulai.
Sumber foto Zamzami for NNews.

Jaga Mutu Kerja Agar Tak Jadi Bencana  

Bacaan Lainnya

Limapuluh Kota, NNews–Pengerjaan proyek pembangunan Embung Talago di Jorong Sikabu-kabu, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, mulai dilaksanakan. Pembangunan embung dibawah kewenangan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V dengan pagu dana sekitar Rp 8,7 miliar lebih itu, diharapkan bisa dilaksanakan denga mutu kerja terbaik. Sehingga kemungkinan jebolnya embung tak lagi jadi kekhawatiran warga.  

Pasalnya Embung Talago berada berada dikaki gunung Sago dengan pemukiman warga berada dihilirnya. Berada dikemiringan yang cukup curam, warga sangat berharap perhitungan keamanan bangunan sesuai dengan perencanaan. Artinya air yang nantinya ditampung dalam kubikasi tinggi tidak menjebol embung.

Sehingga, mulai dari proses pengerjaan, penggunaan material hingga teknis pembuatan embung, harus benar-benar dikawal dengan baik oleh pemegang otoritas pembangunan. Konsultan proyek pembangunan hingga pengawas, harus mempu menjaga kualitas setiap pekerjaan dengan baik hingga tuntasnya pembangunan nanti.

“Kita sebagai masyarakat, tentunya sangat bangga dan bersyukur mendapatkan pembangunan embung dengan nilai miliaran rupiah itu. Hanya saja tentunya, kita ingin nantinya pengerjaan konstruksi bangunan dikontrol dengan baik pula. Sehingga mengahsilkan kualitas pekerjaan terbaik. Artinya kedepan tidak mengandung resiko besar bagi masyarakat,”ungkap Maskar M Datuak Pobo, salah seorang tokoh masyarakat, Senin(30/3).
 
Tokoh masyarakat yang juga Mantan Wali Nagari Tanjuang Haro Sikabu, Padang Panjang Kecamatan Luak ini, mengucapkan terimakasih dan rasa banggannya atas pembangunan Embung Talago tersebut. Sebab akan memberikan dampak positif bagi ketersediaan air bagi kelangsungan pertanian masyarakat.

Harapan tokoh masyarakat yang juga sebagai penggagas Embung Talago ini, agar pengawasan ekstra dan partisipasi masyarakat menjadikan pembangunan Embung berjalan maksimal. Kemudian kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan resiko bisa menjadi hal utama yang harus menjadi perhatian.

“Kualitas meterial misalnya, sumber material kebutuhan embung, hingga kerjasama yang dilakukan dengan masyarakat harus diperhatikan, sehingga tidak terjadi kesalahan dari sisi teknis maupun aturannya,”pesan Maskar.

Aliran sungai kecil yang dihulunya sekarang tengah dibangun Embung berskala besar tersebut, sebelumnya memang menjadi kekhawatiran besar bagi  masyarakat. Sebab hilirnya melewati sejumlah jorong dan pemukiman masyarakat hingga ke batas Kota Payakumbuh di Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Kota Payakumbuh.

Jika malang tak dapat dielak, resiko jebolnya embung bisa menghantam sejumlah wilayah disepanjang aliran sungai. Bahkan mungkin saja meluber hingga kesejumlah pemukiman dan mengancam rumah warga yang berada dekat dengan alirannya.

“Mudah-mudahan hal yang dicemaskan tersebut tak terjadi. Makanya, kita sebagai masyarakat sangat meminta agar proyek pembangunan bisa berjalan dengan baik dan dengan kualitas pekerjaan terbaik pula,”ucap Maskar.

PPK Embung Talago BWSS V, Satriawan saat dikonfirmasi Senin malam via pesan WhatsAap nya menejelaskan, masyarakat tidak perlu  khawatir. Sebab untuk pengawasan pekerjaan dilapangan sudah ada konsultan supervisi dengan kualifikasi yang baik dan sudah berpengalaman dalam pekerjaan embung.

“Sehingga keraguan masyarakat akan terjadi kegagalan bangunan rasanya tidak perlu terlalu ¬†berlebihan. Namun masyarakat juga dapat mengawasi sepanjang pelaksanaan berjalan. Apabila menurut pandangan dan pengetahuan masyarakat ditemukan kejanggalan-kejanggalan kontraktor dalam pekerjaan, segera tanya, sampaikan kepada konsultan yang selalu berada dilapangan,”jelas Satriawan, kemarin.(nn) ¬†

loading…

Pos terkait