32,1 Ton Beras Disiapkan untuk Kondisi Terburuk Covid 19

  • Whatsapp
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Limapuluh Kota, Gusdian Laora

Limapuluh Kota,NNews–Antisipasi kondisi terburuk pandemi virus korona atau covid 19, Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Limapuluh Kota, siapkan 32,1 ton beras. Selain itu juga tengah diusulkan untuk pemenuhan kebutuhan pokok lainnya melalui usulan ke Badan Keuangan Daerah (BKD).

“Kita sedang menyusun kebutuhan untuk saat ini. Kita utamakan dulu bantuan beras atau sembako untuk keluarga miskin diluar yang sudah dapat bantuan dari dinas sosial, seperti PKH. Setelah itu baru kita hitung seluruh masyarakat kita lainnya yang terdampak,”ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Limapuluh Kota, Gusdian Laora saat wawancara via WhatsAap dengan Padang Ekspres, Rabu(1/4) sore.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan kajian dan rencana antisipasi yang telah dirancang Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) ini, kata Gusdian Laora, saat ini telah disipakan beras dan tengah diusulkan untuk sembako. Saat ini kita memiliki stok cadangan pangan 7,1 ton beras, plus penyediaan tahun ini 25 ton. Artinya ada 32,1 ton yang akan kita siapkan dulu utk yang keluarga miskin (gakin) tadi,”terang Gusdian Laora,

Sementara juga sudah dikoordinasikan pemenuhan kebutuhan sembako,”Kemarin kita sudah koordinasi dengan badan keuangan, dan kita sudah ajukan kebutuhan total kita untuk 9 bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, sayur, buah dan daging serta kebutuhan lainnya,”sambung Gusdian.

Sesuai informasi terkait adanya pergeseran anggaran hingga Rp 15 miliar seperti diungkapkan Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi sebelumnya, bisa dicairkan bulan ini, Gusdian menyebutkan sudah bisa melakukan pendistribusian, jika memang sudah dibutuhkan.

“Jika memang pergeseran anggaran dapat kita realisasikan bulan ini, Insya Allah akan kita distribusikan. Tapi teknis keuangannya tentu pihak berkompeten yang akan mnjawabnya,”tambah Kadis Ketapang ini.

Lebih jauh disampaikan Gusdian, begitu besar dampak ekonomi maupun sosial bagi masyarakat dengan wabah yang melanda saat ini. Secara psikis masyarakat kita menghadapi problem covid 19 ini, dalam kondisi yang kompleks. “Namun sesuai arahan dan nasehat Bapak Bupati, kita sebagai aparatur senantiasa diminta untuk berempati dan merasakan penderitaan dan keluh kesah masyarakat. Bupati mengajak kita semua ikut berperan aktif sesuai niat dan kemampuan masing-masing,”tambahnya.

Terpisah Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menyebutkan, tengah menunggu realisasi pergeseran anggaran APBD Kabupaten Limapuluh Kota untuk penanganan covid 19.”Hingga saat ini tentunya skenario untuk program ketahanan pangan masyarakat belum bisa dilaksanakan, sebab mesti menunggu realisasi anggaran Rp 15 milyar sebagai mana yang disampikan Bupati tempo hari,” ungkap Ferizal Ridwan.

Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Marsanova Andesra menyebutkan, sangat mendukung kebijakan pemerintah daerah untuk mengatasi kesulitan masyarakat akibat bencana wabah covid 19. “Kita mendukung sangat dan kita berharap pendistribusiannya tepat pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan akibat pandemi ini. Soal anggaran saya yakin kawan-kawan di DPR tidak akan keberatan di rasionalisasikan pada APBD dengan penuh keiklasan dan harus mau di ambil dari pos perjalanan dinas dimasing-masing intansi seperti halnya dana perjalanan dinas anggota DPRD, diserahkan untuk masyarakat kita yang kena dampak virus korona,”ungkap politisi PAN ini.(nn)

loading…

Pos terkait