Selektif untuk Pendatang, Wacana Rumah Karantina dan Tanda Identitas ODP Covid 19 Mencuat

  • Whatsapp
Gambar : Ilustrasi Google

Limapuluh Kota, NNews–Upaya mencegah paparan korona atau covid 19 dari orang yang datang dari luar daerah. Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra, usulkan agar pembatasan selektif diperbatasan sesuai instruksi Gubernur juga dilengkapi dengan rumah karantina.

“Kita sangat setuju apabila daerah perbatasan dilakukan pembatasan secara selektif bagi masuknya kendaraan ke Sumbar. Sebab kita sering kecolongan dari jalur darat ini. Jika dari bandara, sudah ada SOP yang jelas
, sebaiknya diperbatasan juga hendaknya memiliki tempat alternatif isolasi,”ungkap Deni Asra, tempo hari ..

Bacaan Lainnya

Lebih jauh disampaikan Deni Asra, perantau juga terlihat sudah banyak yang eksodus kekampung halaman, termasuk ke Kabupaten Limapuluh Kota. Sehingga kedepannya akan sangat penting dilakukan isolasi atau karantina terlebih dahulu sebelum warga tinggal dengan keluargannya dirumah.

“Artinya selama 14 hari, orang yang datang dari luar Limapuluh Kota, menjalani karantina selama 14 hari dengan pengawasan dan pantauan pihak medis. Selain keselamatan untuk yang baru pulang kampung, juga menjadi langkah antisipasipenulran untukkeluarga dan lingkungannya,”ungkap Deni Asra menambahkan.

Bahkan menurut Ketua DPRD ini, akibat sejumlah daerah melakukan pembatasan aktifitas diluar rumah dan sekolah serta perguruan tinggi merumahkan pelajar dan mahasiswanya, mahasiswa dan warga perantauan lebih memilih untuk berada dikampung halaman.

“Kita tetap menghimbau masyarakat yang berada di perantauan untuk ekstra menjaga diri, usahakan tidak pulang kekampung halaman hingga situasi membaik,”ucap Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota ini.

Sementara Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menyarankan kepada Satgas covid 19, agar para ODP atau bila perlu setiap orang yang pulang kampung disiapkan gelang tangan dan stiker rumahnya. Sehingga menurut Wabup yang biasa disapa Buya ini, lebih mudah memantau dan mengawasinya.  

“Agar lebih mudah dalam pemantauan serta pencatatan, gelang tangan yang mesti tahan air dan bersegel. Sehingga mendapatkan info kontak kontrol serta tanggal yang bersangkutan datang atau dipantau. Hal ini sekaitan dengan adanya poin terbaru dalam pemantauan yang kita kenal dengan OTG orang tampa gejala (OTG) serta pelaku perjalanan.

Pemberian tanda identitas tersebut, kata Buya, juga bisa digunakan untuk mengambil tindakan bagi warga yang masih nakal dan tidak mentaati protokol karantina.”Bagi orang yang masih nakal atau tidak mengindahkan akan bisa ditindak oleh petugas, khusus untuk rumah tempat tinggalnya diberi stiker yang menginformasikan nama, kelamin serta riwayat perjalanan serta waktu isolasi mandirinya.

Sementara, terkait dengan usulan untuk rumah karantina, Ferizal Ridwan menambahkan, sebetulnya bisa pakai mes pemda yang di Pangkalan Koto Baru maupun di Tarantang, serta rumah penduduk yang kosong.”Tapi perlu membuat kebijakan skenarionya seperti apa,
 dibuatkan tata kelola serta tanggung jawab para pihak. Termasuk yang bersangkutan itu,”pungkas Wabup.(nn)

loading…

Pos terkait