Anggaran Rp 15 Miliar Dinilai Belum Cukup Hadapi Covid 19

  • Whatsapp
Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, Irwandi.
Sumber Foto : Dok Pribadi Irwandi

Limapuluh Kota, NNews–Ketersediaan anggaran melalui pergeseran APBD sebesar Rp 15 miliar, diprediksi masih kurang dari kebutuhan penanggulangan Covid 19 di Limapuluh Kota. Sementara konsekwensi pencegahan dan penanggulangan, termasuk ketersediaan anggaran untuk kelengkapan alat-alat kebutuhan kesehatan hingga ketahanan pangan masyarakat, butuh persiapan untuk Tujuh bulan kedepan.

Hal itu diungkapkan, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Limapuluh Kota, Irwandi usai melakukan rapat teknis terbatas membahas kebutuhan alat kesehatan dan ketahanan pangan. Dalam rapat dilakukan evaluasi kebutuhan anggaran untuk penanggulangan, namun ketersediaan anggaran sebesar Rp 15 miliar itu hanya sanggup untuk menanggulangi kebutuhan selama dua bulan kedepan.

Bacaan Lainnya

“Iya, kemarin kita rapat teknis terbatas membicarakan dan menyusun rencana kebutuhan alat kesehatan dan ketahanan pangan untuk April sampai dengan Oktober 2020. OPD teknis sekarang sedang menyusun kebutuhan untuk 7 bulan kedepan sekaligus mengevaluasi ketersedian yang ada seperti beras. Sesuai laporan memang dilaporkan stok beras tersedia saat ini sebanyak 32,1 ton,”ucap Irwandi, Rabu(1/4) malam.

Sementara untuk kebutuhan penganggulangan kebutuhan dan operasional berdasarkan penyusunan kebutuhan yang telah dirancang dengan anggaran tersedia, hanya sanggup untuk Dua bulan saja,” Kita baru dapat menyediakan dana sebesar Rp 15 miliar. Hanya saja berdasarkan hasil evaluasi sementara kita, anggaran itu hanya akan sanggup menutupi kebutuhan selama dua bulan kedepan,”terang Irwandi.

Kendati demikian, Kepala BKD menyebutkan akan tetap melakukan evaluasi dan menyelesaikan rencana kedepan dan akan tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah Pusat dan pemerintah Provinsi. Sehingga kebutuhan peralatan kesehatan dan ketahanan pangan ini dapat ditanggulangi bersama.

“Daerah dan pusat arah interaksinya pada kebijakan penyedian Alat-alat kesehatan (alkes) dan pangan. Sepertinya kedepan sudah mempunyai solusi diataranya telah diterbitkanya Perpu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sitem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Bencana yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan atau Stabilitas Sistem Keuangan,”terang Irwandi.

Perpu Nomor 1 Tahun 2020 ini menyebutkan, pada Pasal 3 Bagian Kedua, Kebijakan Keuangan Daerah,”Dalam rangka pelaksanaan kebijakan keuangan daerah, sebagaimana dimaksud pasal 1 ayat (4), pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk melakukan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran untuk kegiatan tertentu (refocussing), perubahan alokasi dan penggunaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah,”tertulis dalam Perpu Nomor 1 Tahun 2020.

Artinya pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk melakukan refocussing anggaran, perubahan alokasi untuk penanganan covid 19. Kemudian menggunakannya sesuai Pertauran Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Sekedar untuk lebih merinci perkiraan kebutuhan seperti dikirimkan via WhatsAap oleh Kepala Badan Keuangan Daerah, Irwandi ada puluhan item kebutuhan yang harus dipenuhi selama masa penganggulangan dan pencegahan Covid 19. Mulai dari alat-alat kebutuhan kesehatan hingga ketahanan pangan, sembako kebutuhan operasional penggalungan dan kebutuhan telekomunikasi.

Kebutuhan alat kesehatan berupa pelindung diri warga, pelindung komunitas masyarakat, alat pelidung petugas medis, sarana dan peralatan medis lainnya serta perlengkapan pasca meniggalnya pasien. Selain itu tentunya kebutuhan sembako untuk ketahanan pangan daerah.

Alat-alat kebutuhan kesehatan seperti, alat-alat tes, seperti Rapid Test, obat bius, Cloroquin, sarung tangan, masker, handsajitizer, oxygen, vaitamin E dan C, Multivitamin, ventilator dan perlengkapan lainnya untuk pelindung diri dan sarana medis yang harus dipenuhi. Bahkan juga hingga kebutuhan pascaa wafat seperti kantong mayat plastik dan plastik pembungkus jenazah.(nn)

loading…

Pos terkait