Salah Seorang Warga Payakumbuh di Makamkan Sesuai SOP PDP Covid 19

  • Whatsapp
Jenazah : Ambulance bertuliskan RSUD Achmad Mochtar membawa seorang jenazah ke Payakumbuh dan dikawal Satpol PP Kota Payakumbuh, dimakamkan dengan SOP PDP Covid -19
Sumber foto : Rizal Ambo

Payakumbuh, NNews–Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid 19 meninggal di Rumah Sakit Umum Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, Sabtu(4/4). Proses pemakaman pasien yang diketahui warga Kota Payakumbuh tersebut dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk pasien PDP covid 19.

“Memang benar, ada pasien yang kita anggap PDP covid 19 meninggal. Namun hasil laboratorium pemeriksaan masih menunggu dari Padang. Karena Kit di Lab Biomedik kosong. Belum bisa diperiksa,”tulis Wakil Ketua Satgas Covid-19 RSAM Bukittinggi, dr Deddy Herman saat dihubungi pewarta, Sabtu(4/4) sore.

Bacaan Lainnya

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal membenarkan, bahwa ada warga Taruko, Kecamatan Payakumbuh Utara yang meninggal. Menurut pihak RSAM pasien dalam pengawasan (PDP). Artinya pasien diduga memiliki kaitan yang bisa saja mengarah pada covid 19.

“Memang benar, pasien dirujuk ke RSAM dandilakukan pemeriksaan, kemudian meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSAM mengarahkan prosedur pemakaman dilakukan sesuai SOP PDP Covid,”ucap Kepala Dinas Kesehatan, Kota Payakumbuh, Bakhrizal via telepon ganggamnya.

Kemudian riwayat kontak dengan orang lain didata dan dipantau sebagai langkah kewasapadaan.”Sehingga jika nanti hasil testnya positif, tentu orang-orang yang pernah kontak juga harus memeriksakan diri. Mudah-mudahan tidak,”ucap Kadiskes Kota Payakumbuh.

Sebelumnya warga terlihat resah mendapatkan informasi ada pemakaman jenazah salah seorang warga dengan SOP seperti pasien Covid 19. Sehingga dengan cepat menyebar di media sosial. Foto dan rekaman video membuat masyarakat resah dan menganggap pasien yang dimakamkan sudah dipastikan positif covid 19.

Sementara informasi dari anak almarhumah, seperti dituturkan kembali warga, almarhumah awalnya didiagnosa darah tinggi dan pecah pembuluh darah. Namun setelah diminta bercerita dan mengatakan kepada dokter ada kontak dengan orang yang pulang dari Jakarta. Kemudian naik statusnya menjadi PDP.”Statusnya meningkat menjadi PDP,”begitu pengakuan anaknya seperti diceritakan warga.(nn)

Pos terkait