Puisi : Do’a

  • Whatsapp

DO’A

Tuhan, musim ini memunculkan beribu kekhilafan
Aku telah mengunyah banyak sampah yang bertebaran
di celah isi kemiskinan kepala: jangan Kau-beri
kemudahan bila itu hanya menumbuh-suburkan
keperihan saudara-saudara yang sempurna miskinnya

Kalau masih ingin rasanya nikmat-Mu menjengukku
datanglah dalam keadaan yang paling sepi paling nyeri

Bacaan Lainnya

Mataku ternyata mata-mata yang menyelidik kesungguhan,
terlebih lagi menarikan keindahan lekuk tubuh insani
Sepasang mata normal yang selalu terpancing untuk
melihat yang indah, apalagi menggiurkan.

Tuhan, entah kenapa terkadang timbul saja keinginanku
menggantinya dengan mata lain asal dapat merasa dan
mengenal kilau bintang, tentu Kau-lah yang paling tau
Tuhan, karena dari nenek moyang aku diasah untuk yakin!

Mulutku selalu saja mengunyah-ngunyah kesenyapan
dari waktu ke waktu dan rela saja dilalui kata tanpa batas
Semua keluar dengan pergantian yang tak memberi arti
Kata meluncur bagai curah hujan, memuntahkan banjir
semua mengalir, semua tumpah, ke laut, bahkan ada
yang naik ke bukit, ke gunung, ke awan dan matahari!
namun tetap saja tak mampu membongkar karang di lautan

Jadinya aku mulai tak puas dengan hanya memiliki mulut
yang semacam ini karena tak mampu mengubah tindak
lewat bahasa pikir, kurindukan mulut yang mampu memasak
makanan bagi musafir yang terlanda perang dan banjir!

Tuhan, kenapa hatiku tak siap untuk hati-hati dalam
menerjemahkan penyesalan yang diciptakan oleh diri sendiri?
Mungkin karena beragam persoalan yang mesti ditampungnya
padahal tempatnya teramat kecil. Kalau boleh berilah aku
hati yang besar agar dapat berbesar hati dalam menebarkan
kebijaksanaan yang diciptakan oleh pikiran-pikiran sederhana

Berilah aku hati yang selalu hati-hati dalam setiap usaha
menimbang-nimbang dan memilah-milah serta merumuskan
sesuatu dengan arif: dengan demikian aku akan mempunyai
mata hati yang tajam bagi segenap penjuru kemanusiaan!

Tuhan, kalau aku telah Kau-terima seadanya, kekecilan makna
diri akan terpupuk sedalam mungkin: jadilah doa ini kuncup
hidup yang akan memekarkan mata, mulut dan hati, penentu
tangan bergerak agar tidak seperti biasa atau alakadarnya saja..
Amin!

Penulis : Irman Syah

Pos terkait