Alghani Sauqi, Balita Penderita Tumor yang Butuh Bantuan

  • Whatsapp


Keluarga Kesulitan Biaya Pengobatan

Butuh Bantuan : Alghani Sauqi, bayi berusia satu tahun penderita tumor anak keluarga kurang mampu yang tengah berjuang untuk kesembuhan.

Menderita penyakit yang didiagnosa Tumor, Alghani Sauqi, bayi berusia satu tahun dari keluarga kurang mampu di Jorong Sarilamak, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, tengah berjuang untuk kesembuhan. Sayangnya biaya untuk upaya pengobatan, sulit dipenuhi keluarga ini. Sehingga membutuhkan uluran tangan bersama para dermawan.

Bacaan Lainnya

Nagarinews.com–Limapuluh Kota

Bekas jahitan dipundak kiri Alghani Sauqi, masih terlihat jelas usai operasi pertama yang dilakukan pihak rumah sakit. Anak pasangan Yopi Hendra dan Purnama Sari ini, belum berakhir. Sederet upaya untuk kesembuhan buah hati harus terus dilakukan, sebab harus kembali dilakukan operasi.

Pasca Operasi : Bekas jahitan di bahu sebelah kanan, Alghani Sauqi usai operasi pertama di RSUP M Djamil Padang.

Bayi malang yang sebelumnya pada usia 3 bulan sudah menjalani operasi, menurut diagnosa dan pemeriksaan rumah sakit RSUP M Djamil Padang, perlu kembali dilakukan operasi. Karena ada kebocoran ke paru-paru sang bayi.

“Awalnya ada pembengkakkan pada bagian lengan, perawat menduga ada semacam kelenjer, hanya saja setelah diperiksa ternyata tumor dan harus dilakukan operasi,” ujar Febi orang tua Alghani menceritakan, Rabu(15/4) dirumahnya.

Sejak awal kelahiran hingga saat ini, orang tua Alghani hampir rutin setiap pekan melakukan kontrol ke RSUP M Djamil Padang. Kadang bisa tiga kali dalam sebulan. Sehingga membutuhkan biaya transportasi yang lumayan berat bagi keluarga yang hanya mengandalkan pemenuhan kebutuhan ekonomi dari buruh tani gambir.

Setelah berumur 3 bulan barulah operasi dilakukan. Menjelang operasi keluarga harus kontrol dulu, dalam sebulan bisa tiga kali keluarga ini ke Padang. Beruntung biaya operasi ditanggung BPJS.

Belum usai perjuanga, sebab pasca operasi penyakit yang diderita Alghani belum kunjung sembuh. “Menurut dokter ada kebocoran ke Paru dan mesti dilakukan operasi kedua,”jelas ayah bayi malang ini.

Sehingga terpaksa harus kembali bolak balik, melakukan pengobatan ke padang. Sementara, kedua orang tuanya tidak mempunyai biaya untuk pendamping selama anak mereka menjalani operasi dan cek rutin.

“Sejak September 2019 lalu, kami rutin bolak balik ke Padang, dalam sebulan bisa tiga kali, sekali pergi bisa habiskan biaya 200 ribu untuk ongkos dan biaya selama pengobatan. Padahal suami saya hanya petani gambir yang upahnya tak seberapa,” tambahnya Sembari berdoa dan berusaha semampunya yang terbaik untuk putranya.

Kabar duka itupun mulai membuat sejumlah tetangga prihatin. Namun apa hendak dikata, hanya bantuan seadanya yang bisa diberikan. Kemudian didengar Wakil Bupati Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan. Wabup yang biasa disapa Buya ini datang.

Ternyata keluarga malang ini, tinggal menumpang pula. Tentunya memancing keprihatinan Wabup yang datang berkunjung bersama komunitas jurnalis penduli. “Ini sudah kewajiban saya membantu warga saya yang sedang membutuhkan,”ujar wabup sembari memberikan bantuan untuk biaya pendamping Alghani menjalani perawatan, serta bantuan sembako dari Jurnalis peduli yang digalang dari para donatur.

Tak hanya itu, selain bantuan biaya, Ferizal Ridwan juga memberikan jaminan tempat menginap bagi keluarga Alghani Sauqi selama berobat di Padang. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga kita yang mebutuhkan.”ungkapnya. (***)

#Iklan tampil berdasarkan history pencarian anda di google
loading…

Pos terkait