Tega Cabuli Anak Tirinya yang Tuna Rungu, Tersangka Dibekuk

  • Whatsapp
Foto : Ilustrasi

Limapuluh Kota, NNews–Upaya jajaran Polres Limapuluh Kota memburu tersangka pencabulan anak dibawah umur itu, membuahkan hasil. Seorang tersangka, berinisial EM, 50, yang ternyata ayah tiri korban dibekuk polisi saat berada ditempat kerjanya di Kota Bukittinggi, Rabu(15/4) siang.

“Peristiwa tindak pidana yang diduga telah melanggar Undang-undang tentang Perlindungan Anak itu terjadi, Selasa(11/2) dua bulan lalu, di salah satu nagari di Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota,”terang Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo didampingi Kasat Reskrim Iptu Zul Andri, Kamis(16/4).

Bacaan Lainnya

Informasi yang berhasil dirangkum Padang Ekspres, korban yang baru berusia 15 tahun tersebut, merupakan gadis disabilitas. Sehingga tersangka yang diketahui ayah tiri korban memanfaatkan situasi keterbatasan korban yang tuna rungu untuk melakukan aksi pencabulannya.

Pada hari naas, Selasa (11/4), sekitar pukul 15.30 WIB korban tengah mandi disalah satu sumur tidak jauh dari rumahnya. Sementara korban tengah mengambil rumput untuk ternak peliharaannya disekitar sumur. Saat itulah tersangka menghampiri dan melakukan aksi bejatnya.

Korban yang merasa dilecehkan langsung menceritakan kejadian yang menimpanya kepada sang Ibu. Kemudian Ibu korban melaporkan peristiwa yang ternyata dilakukan oleh suaminya sendiri atau ayah tiri korban melalui laporan polisi Nomor: LP/B/30/II/2020-SPKT LPK, tgl 12 Februari 2020.

Sejak saat itu, tersangka menjadi buronan polisi, hingga berhasil dibekuk sedang bekerja sebagai buruh bangunan di Kota Bukittinggi, Rabu siang kemarin.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, Iptu Zul Andri kepada Padang Ekspres. Tersangka yang berhasil dibekuk oleh tim buser Polres Limapuluh Kota dibawah pimpinan Kanit Reskrim, Aipda Bainur itu kini mendekam di sel tahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Tersangka dijerat dengan pasal 76 D Undang- undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang- undang Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Jo pasal 81 Undang- undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang- undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang- undang, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 atau 20 tahun penjara,”terang Kapolres AKBP Sri Wibowo.(nn)

#Iklan tampil berdasarkan history pencarian anda di google
loading…

Pos terkait