Begini Penjelasan Wabup Soal Warga Sitanang yang Meninggal di RSAM

  • Whatsapp
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan bersama Wali Nagari Sitanang, Hardison Datuak Tulahir di rumah duka warga Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota.

Limapuluh Kota, NNews–Informasi terkait meninggalnya salah seorang Warga Jorong Balai Malintang, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat(17/4), cukup menggemparkan warga. Pasalnya sejumlah pesan di akun media WhatsApp menyebutkan pasien merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Pasien meninggal merupakan pasien yang dirawat di Rumah Sakit Ahmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi yang notabene merupakan rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Saya sekarang dirumah duka, pasien memang meninggal di RSAM Bukittinggi, karena memang RSAM adalah rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid-19, sehingga almarhumah sesuai permintaan rumah sakit harus dimakamkan dengan standar prosedur sesuai protokol pasien covid-19,”ucap Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan saat berada dirumah duka, Jumat(17/4) sore.

Dihubungi via telepon genggamnya, Wabup juga menambahkan, Jumat sore pasien masih di RSAM dan keluarga menunggu hasil tes swab.”Berdasarkan koordinasi dengan pihak rumah sakit, besok Sabtu(18/4), almarhumah akan dimakamkan memang dengan protokol Covid-19,”tambah Wabup.

Sementara terkait ada kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19 atau warga yang baru datang dari daerah yang terjadi penyebaran Covid-19, kata Ferizal tidak benar.”Meluruskan informasi yang beredar, almarhumah tidak ada kontak dengan orang yang terpapar virus korona atau yang datang dari daerah yang telah tersebar covid-19. Sebelumnya almarhumah menderita penyakit Diabetes,”sebut Ferizal.

Namun agar tidak menjadi keresahan ditengah-tengah masyarakat, kata Wabup, harus ditunggu hasil tes Swab dari laboratorium.”Kita tunggu hasil testnya nanti, kepastian positif atau negatifnya tentunya berdasarkan hasil uji labor yang tengah dilakukan,”sebut Wabup yang biasa diaapa Buya ini.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota belum bisa diminta konfirmasinya terkait informasi yang beredar disejumlah group WhatsAap. Coba dikontak via telepon genggam dan pesan WhatsAap, Kadiskes belum memberikan jawaban.(nn)

Pos terkait