Sudah Tiga Orang Warga Luak Limopuluah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

  • Whatsapp
Pemakaman : Proses pemakaman salah seorang warga Nan Kodok, Kelurahan Tigo Koto Diateh sesuai protokol pemakaman korban Covid-19, Minggu(19/4/2020).
Foto : Ist

Payakumbuh, NNews–Sejak mulai santernya pemberitaan terkait wabah Covid-19 atau virus korona, sudah tiga orang warga di Luak Limopuluah (Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, red) dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Satu hari yang lalu, persisnya Sabtu(18/4) seorang warga warga Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota dimakamkan dengan protokol pemakaman Covid-19. Namun hasil tes laboratorium SWAB nya hingga Minggu belum berhasil didapatkan NNews.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya pemakaman salah seorang warga Nan Kodok, Kelurahan Koto Diateh, Kota Payakumbuh juga sempat membuat buncah warga. Sebab dimakamkan dengan protokol Covid-19 dan tak boleh didekati masyarakat dan keluarga. Namun setelah hasil tes laboratorium keluar, ternyata almarhumah yang meninggal dinyatakan negatif.

Terbaru, Minggu(19/4) kembali pemakaman salah seorang warga dengan protokol Covid-19. Warga yang meninggal ini juga warga Nan Kodok, Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kota Payakumbuh.

Warga yang meninggal ini berusia 33 tahun, sempat dirawat di RSAM Bukittinggi dengan gejala sesak nafas dan demam, saat ini hasil pemeriksaan labnya belum keluar, masih ditunggu dari RS Unand Padang.

Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, ketika dihubungi membenarkan, kalau sudah dua warganya yang meninggal dunia dan dimakamkan dengan protap Covid-19.

“Mudah-mudah hasil laboratorium jenazah ini negatif. Saya juga meminta seluruh warga, khususnya masyarakat lingkungan Nan Kodok untuk lebih meningkatkan kewaspadaan,” kata Riza seperti direllis Kehumasan Diskominfo Kota Payakumbuh, Minggu(19/4).

Terlepas soal hasil lab, sudah saatnya masyarakat Payakumbuh jangan menganggap enteng dengan ancaman wabah pendemik corona virus ini. Apalagi, jumlah masyarakat Sumatera Barat positif Covid-19 tiap hari terus bertambah. Hingga Minggu (19/4) sudah mencatat 71 Kasus Positif.

“Untuk itu, marilah kita patuhi seluruh imbauan pemerintah terkait Covid-19. Dengan mematuhi sosial dan physicalk distancing, selalu memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun, serta hindari kerumunan. Banyak tinggal atau beraktifitas dalam rumah,” kata Riza Falepi.

Terhadap larangan salat berjemaah, seperti Jumatan dan salat fardhu lima waktu, atau disaat Ramadhan nanti, Riza meminta warga agat tidak menggelar salat tarawih, sesuai instruksi Menteri Agama, MUI Sumatera Barat.

“Mari dipatuhi bersama, karena semuanya untuk keselamatan umat,” ungkap Riza.

Wali Kota Riza juga mengaku, sangat prihatin dengan kondisi Nan Kodok, karena agak abai dan cendrung menganggap enteng urusan Covid-19. Pasalnya, salah satu rumah ibadahnya, yaitu Mesjid Arsyad yang berada di perlintasan Pekanbaru-Bukittinggi masih menggelar salat jumat.

“Coba bayangkan, saat salat jumat itu ada jemaah positif Covid-19 atau ada pembawa (carrier) virus yang datang dari Pekanbaru yang turut salat jumat disana, dampaknya seisi mesjid ikut tertular Covid-19. Kemudian, bukan tidak mungkin, seluruh jemaah ikut pula menebarkan Covid-19 kepada keluarga mereka di rumah,” tukuk Riza.

Sementara itu Kadis Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal mengatakan Pemko Payakumbuh dalam hal ini melanjutkan apa yang telah dilaksanakan oleh RSAM Bukittinggi, dimana protap penyelenggaraan jenazah yang ditetapkan pemerintah, sudah sesuai dengan prosedur Kementerian Kesehatan.

“Kepada pihak keluarga tetap tenang dan waspada, secara khusus tidak ditekankan untuk isolasi diri secara mandiri, tapi kita menganjurkan agar pihak keluarga yang kontak dengan almarhumah tetap di rumah hingga ada instruksi lebih lanjut,” kata Bakhrizal. (Rell/nn)

Baca Juga :

#Iklan tampil berdasarkan history pencarian anda di google
loading…

Pos terkait