Begini Tradisi Mesir Sambut Ramadhan

  • Whatsapp
Mesir: Tradisi sambut Ramadhan, Fanoos.
Foto : Pinterest

Mesir, NNews–Bulan penuh berkah Ramadhan selalu ditunggu-tunggu oleh umat islam sedunia. Inilah saatnya memupuk benih pahala puasa wajib diiringi dengan memaksimalkan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Namun, kebiasaan-kebiasaan yang banyak mendatangkan pahala sunnah, seperti sholat taraweh berjamaah di mesjid, membaca al-quran, bersilaturahim dengan keluarga sayang sekali terpaksa harus dibatasi karena suasana virus Covid-19 yang masih mencekam kenyamanan kita, sehingga physical distancing masih harus diterapkan.

Memasuki tanggal satu Ramadhan tahun ini yang jatuh pada 24 April 2020, tradisi balimau di Sumatera Barat, bermain petasan, bermain kembang api di beberapa wilayah di Indonesia misalnya telah menjadi hal yang biasa kita lihat. Berbeda dengan daerah-daerah di Indonesia pada umumnya, Mesir memiliki kebiasaan yang tidak kalah unik untuk menghadirkan vibes Ramadhan.

Bacaan Lainnya

Foto : Pinterest

Beberapa hari sebelum Ramadhan tiba, anak-anak Mesir biasanya mulai menghiasi jalanan dengan fanoos. Apa itu fanoos? Kata ini merupakan bahasa Arab dari lentera atau lampu. Kebiasaan yang lahir di ibukota Mesir, Kairo, ini sudah ada sejak tahun 358 Hijiriah.

Berawal dari perintah Gawhar al-Siqilli –Fatimid, seorang pemimpin militer, agar penduduk setempat menyalakan lilin-lilin sebagai penerang jalan-jalan tempat kedatangan khalifah mereka. Untuk menjaga ketahanan lilin, akhirnya masyarakat memberi alas kayu pada lilin serta menutupnya dengan penutup yang tipis. Ketika khalifah menyusuri kota, beliau melihat fanoos yang dipajang di rumah-rumah penduduk dan mengagumi desain tersebut. Dari sinilah akhirnya fanoos menjadi simbol Ramadhan di Mesir mulai saat itu.

Sedangkan dalam cerita lain dikatakan bahwa lampu-lampu ini dibawa untuk menerangi jalan Khalifah ketika pengamatan dan mengumumkan mulainya Bulan Ramadhan di penjuru Kota. Anak-anakpun ikut memegang lentera dan ikut serta meramaikan. Hal inilah yang kemudian menjadi cikal bakal tradisi memasang fanoos di jalanan oleh anak-anak saat Ramadhan tiba. Tradisi perayaan yang bernuansa religi yang menghangatkan mata bagi siapapun yang memandang hiasan jalan ini.

Bagaimana dengan tradisi penyambutan Ramadhan di daerah Anda? Tradisi yang positif tentunya sangat baik jika bisa terus dilestarikan, asalkan tidak bertentangan dengan ajaran al-quran dan sunnah. Namun, disamping semua tradisi yang ada, ibadah wajib dan sunnah lah yang paling penting untuk ditingkatkan baik itu kualitas dan kuantitasnya. Selamat berpuasa. (dnh)

Sumber:

  1. Ramadan Fanoos: The Brief History Of A Thousand-Year-Old Tradition https://egyptianstreets.com/2015/06/25/ramadan-fanoos-the-brief-history-of-a-thousand-year-old-tradition/
  2. Ramadan in Egypt: Traditions, Facts, Descriptions, Photos How Ramadan Celebrates in Egypt https://www.sharm-club.com/egypt/traditions/ramadan-in-egypt

Pos terkait