Pemkab Juga Siapkan Bantuan untuk Lansia dan Pelaku Agama Terdampak Covid-19

  • Whatsapp
Lansia: Lansia dan pelaku agama direncanakan bakal dapat bantuan terdampak covid-19 di Limapuluh Kota.
Foto : Istimewa

Limapuluh Kota, NNews–Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, telah mempersiapkan besaran bantuan untuk masyarakat terdampak virus Korona. Bantuan tersebut akan disingkronkan dengan bantuan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Pusat. 

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Kabupaten Limapuluh Kota, Irwandi ketika menjawab konfirmasi wartawan, Minggu(27/4) malam. Menurut Irwandi, dana yang disiapkan untuk bantuan tersebut berasal dari anggaran Refocussing. 

Bacaan Lainnya

“Bantuan untuk masyarakat terdampak covid-19 sudah disiapkan dengan besaran sekitar Rp 8,4 miliar. Dana tersebut nantinya akan dialokasikan bagi pelaku agama, Da’i, guru mengaji dan garin serta orang lanjut usia. Selain itu juga ada bantuan cadangan berupa beras senilai sekitar Rp 600 juta, ini akan dimanfaatkan dalam kondisi darurat,”sebut Irwandi. 

Berdasarkan data penerima bantuan dari pelaku agama, Pemkab Limapuh Kota mencatat ada sekitar 3.500 orang. Masing-masingnya nanti akan diberikan bantuan sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan. Artinya akan dilaokasikan masing-masingnya sebesar Rp 1,8 juta.”Untuk pelaku agama sebesar Rp 6 miliar,”tambah Irwandi. 

Kemudian untuk lansia, pemkab juga telah mempersiapkan bantuan berupa bantuan makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Total bantuan untuk lansia yang sebelum nya juga sudah diprogram secara rutin itu, dilakukan penambahan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 2,4 miliar. 

Hanya saja kendala saat ini kata Irwandi, terkait dengan data yang haris valid dan singkron dengan sumber-sumber bantuan yang ada dari sumber anggaran refocussing dari kabupaten kota, provinsi dan pemerintah pusat dengan kementerian-kementeriannya.

Berjalannya PSBB yang kian ketat, tentunya membuat masyarakat sangat membutuhkan bantuan ekonomi. Namun bagi sebagian masyarakat yang masih tetap bisa beraktifitas seperti biasa, tidak begitu berdampak secara signifikan, atau pegawai yang masih tetap menerima upah dan bisa bekerja dari rumah. 

Mempertanyakan kapan akan kucurkan bantuan tersebut, Kepala Badan Keuangan Daerah menyampaikan, saat ini sedang mensikronkan pemberian bantuan secara bersamaan dan data yang tidak tumpang tindih. “Sehingga nantinya tidak ada kesalahan data dan bantuan tidak tepat sasaran, seperti satu orang dua penerima misalnya,”terang Irwandi menjelaskan. 

Hanya saja, Irwandi menegaskan, jika sebelum berakhirnya Ramadhan belum juga Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat mengucurkan bantuan, Pemkab Lumapuluh Kota akan segera ambil kebijakan.”Bulan Mei ini, sebelum Ramadhan berakhir, jika pemprov dan pusat belum juga, kita akan segera serahkan bantuannya,”sebut Irwandi. 

Sekedar untuk diketahui, dana refocussing menurut Badan Keuangan Daerah, terjadi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat. Jika ditotalkan, kata Kepala Badan Keuangan berjumlah sekitar Rp 145 miliar.

“Hanya saja ketika dihitung-hitung pengembalian kedaerah dalam masa tanggap bencana Covid-19, jumlahnya jauh lebih banyak, sekitar Rp 195 miliar. Artinya kembali disalurkan dalam bentuk bantuan penanggulangan bencana Covid-19,”sebut Irwandi. 

DPRD Kabupaten Lumapuluh Kota juga berharap agar aksi cepat pemerintah dalam mengahadapi Covid-19. Terlebih lagi dengan bantuan bagi masyarakat terdampak, terutama kalangan masyarakat kurang mampu. Sehingga bisa terbantu dari kesulitan ekonomi yang dihadapi. 

“Kabarnya dalam beberapa hari ini Pemkab melakukan refocussing anggaran, baik untuk pemotongan DTU dan bantuan sosial. DPRD selalu mendorong pemda untuk melakukan eksekusi dengan cepat,”tanggap Deni Asra berharap kerja cepat seluruh instansi pemerintah daerah.(nn)

Pos terkait