Masih Bandel, Tindakan Sosial Distancing PSBB Dipertegas

  • Whatsapp
Disiplinkan : Tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota, bubarkan kerumunan warga yang ada di warung kopi, Sabtu(2/5).
Foto : Rahmadinol for NNews.

Limapuluh Kota, NNews–Masyarakat di sejumlah nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, belum sepenuhnya memiliki kesadaran untuk melakukan pembatasan sosial. Buktinya petugas dari Satuan Gugus Tigas Penanganan Covid-19, masih menemukan kerumunan masyarakat di warung kopi, warnet dan sejumlah tempat lainnya, Minggu(2/5) malam.

Dipimpin Kepala Pusdalops Limapuluh Kota, Joni Amir, upaya penindakan dan penertiban pembatasan sosial dalam rangka penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyasar sejumlah nagari mulai dari, Sungaibaringin, Gando, Piobang, Parumpuang, Kotobaru Simanggang, Taeh uang berada di Kecamatan Payakumbuh.

Bacaan Lainnya

Kerumunan : Tim yang terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, Dishub, Damkar, Dinkes dan Sat Pol PP ini melakukan penindakan terhadap aktifitas yang melanggar penerapan PSBB, Sabtu(2/5).

“Tim yang terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, Dishub, Damkar, Dinkes dan Sat Pol PP ini melakukan penindakan terhadap aktifitas yang melanggar penerapan PSBB seperti di Warung, Warnet dan tempat-tempat berkumpul Masyarakat yang bertentangan dengan PSBB,”ungkap Pimpinan Tim, Joni Amir yang juga Kalaksa BPBD Limapuluh Kota ini didampingi Manajer Pusdalops, Rahmadinol, Senin(3/5) dini hari.

Terlihat dalam video upaya penertiban yang dilakukan, masih banyak warga nongkrong diwarung kopi, tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Seperti pemakaian masker bagi masyarakat, jaga jarak hingga kesiapan tempat cuci tangan yanh tersedia di warung-warung.

Kondisi tersebut langsung dibubarkan oleh tim, karena dinilai melanggar penererapan PSBB. Penertiban yang dilakukan, diharapkan bisa menimbulkan kesadaran bagi masyarakat untuk menjaga jarak guna memutus mata rantai penularan virus Korona.

“Melakukan penindakan untuk efek jera bagi masyarakat supaya mengikuti himbauan pemerintah tentang pelaksanaan PSBB. Sehingga mampu memutus mata rantai pengembangan dan penularan virus Korona di Kabupaten Limapuluh Kota,”tambah Joni Amir sesuai laporan paksanaan tugas.

Sebelumnya Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dalam video confrence bersama Bupati Limapuluh Kota , Irfendi Arbi dan sejumlah Kepala daerah Kabupaten Kota lainnya, memang menilai penerapan PSBB masih belum berjalan maksimal. Bahkan masih terkesan seperti hari-hari biasa.

Sementara kegiatan dan upaya pendisiplinan dan penindakan yang dilakukan, belum menjangkau seluruh tempat berkumpulnya masyarakat. Kendati demikian dinagari sudah mulai aktif dengan adanya himbauan-himbauan melalui Bhabinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polri.

Mengingat terus meningkatnya jumlah positif Covid 19 secara nasional, Provinsi hingga di Kota Payakumbuh, akhir-akhir ini, pendisiplinan masyarakat harus lebih diperketat dan levih gencar memberikan edukasi terhadap pemilik warung, usaha yang berkaitan dengan orang banyak ,agar menjaga dengan ekstra pola interaksi dan transaksinya.

Warga Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki riwayat kontak dengan warga yang telah dinyatakan positif Covid 19 di Kota Payakumbuh, saat ini diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan.”Limapuluh Kota harus Lebih waspada, mengingat fasilitas kesehatan yang belum begitu memadai dan jarak wilayah yang luas disudut-sudut jorong perlu perhatian,”ucap Aking, Rino, Dadang dan Ramadalius beberapa jurnalis melihat langkah cepat antisipasi yang sudah harus dilakukan dengan penuh kesadaran oleh masyarakat.

Ditambahkan Pimpinan Tim, Joni Amir, kegiatan dilakukan satu kali untuk setiap kecamatan oleh tim kabupaten. “Selanjutnya tim kecamatan ada juga kegiatan sosialiasi dan edukasi baik itu untuk ODP, PDP dan masyarakat yang berkumpul atau warung-warung,”pungkas Kepala BPBD, Joni Amir, Minggu(3/5) siang.(nn)

Pos terkait