Tak Patuhi PSBB, Siap-siap Diangkut ke Polres Payakumbuh

  • Whatsapp
Bandel : Warga yang kedapatan tidak menggunakan masker dan tak menjaga social distancing digiring ke Mapolres Payakumbuh.
Foto : polrespayakumbuh.org

Payakumbuh, NNews–Masih bandel tak patuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua yang mulai diberlakukan tanggal 6 hingga 29 Mei mendatang, warga diberi sanksi teguran dan diminta membuat pernyataan tertulis untuk tidak lagi melakukan pelanggaran.

Seperti yang terpantau pewarta NNews, Minggu(10/5) malam. Sekitar belasan orang warga yang masih ditemukan melakukan pelanggaran PSBB digiring ke Mapolres Payakumbuh.”Ya, saya kedapatan tidak memakai masker saat hendak membeli vitamin ke apotek. Tentu saja digiring ke Mapolres,”ucap Dina Hidayana, salah seorang warga kepada pewarta NNews, Minggu(10/5) malam.

Bacaan Lainnya

Meski awalnya merasa jengkel, namun warga ini mengaku, sangat mendukung upaya aparat penegak hukum untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.”Kita sangat mendukung, ini sebaiknya menjadi kesadaran bersama untuk mematuhi aturan PSBB demi kebaikan semua,”tambah Dina.

Sementara, Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan dalam rellis yang dimuat website Polres Payakumbuh mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal dan hasil analisa jejaring kontak kasus positif covid ditemukan bahwa pola penularannya yang sangat cepat dan mudah.

Berdasarkan hasil analisa dan koordinasi tersebut, diperoleh data bahwa di Kota Payakumbuh telah terjadi penularan antar Kota/Kab, penularan lokal dan bahkan penularan antar keluarga.

“Sekalipun edukasi, himbauan dan sosialiasi sudah dilakukan, ada celah besar yang mengarahkan kita pada kesimpulan bahwa masih rendahnya kewaspadaan diri, kepedulian dan kesadaran kolektif akan bahaya wabah ini dan pentingnya untuk mematuhi protokol kesehatan“, ujar Kapolres, Dony.

Kapolres menambahkan “Ini berdasarkan pengalaman ya, contoh kasus yang sudah ada. Meskipun tidak semuanya tapi masih ditemukan warga yang enggan menggunakan masker, menggantungkan maskser di leher, membuka masker saat berbicara, masa bodoh dengan aturan social dan physical distancing, keluar rumah tidak untuk kebutuhan yang mendesak, budaya bersalaman, tidak membiasakan diri untuk cuci tangan dan tidak patuhi protokol isolasi mandiri“.

Menurut Kapolres, selama ini tindakan berupa pembubaran, teguran lisan dan tertulis, tidak mempengaruhi berkurangnya pelanggar PSBB. “Berdasarkan fakta tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh meningkatkan penegakan aturan PSBB berdasarkan instruksi Walikota Payakumbuh,”tegas Kapolres AKBP Dony Setiawan.

Pada hari Jum’at malam (8/4), dipimpin oleh Kapolres Payakumbuh dan Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra, Gugus Tugas melakukan penindakan terhadap pelanggar aturan PSBB khususnya terhadap aturan penggunaan masker dan social distancing.

Dalam razia penertiban PSBB ini ada 61 orang yang diamankan. 23 orang dibawa ke Polres Payakumbuh, 13 orang dibawa Ke Polsekta Payakumbuh, 8 orang diamankan di Polsek Payakumbuh, 11 orang diamankan di Polsek Luhak dan 6 orang diamankan di Polsek Akabiluru.

“Setelah diperiksa dan yang bersangkutan menyatakan tidak mengulangi perbuatannya dikuatkan dengan surat pernyataan, setelah itu diperbolehkan pulang,”terang Kapolres.(nn)

Pos terkait