Satpol PP Tertibkan Buka Portal Jalan Poros Antar Kelurahan

  • Whatsapp
Buka : Satpol PP membuka penutupan jalan yang dinilai tak tepat.
Foto : Humas Pemko Payakumbuh

Payakumbuh, NNews–Pemerintah Kota Payakumbuh buka portal penutupan jalan yang dinilai tidak tepat di sejumlah kelurahan. Sehingga tidak menghalangi akses transportasi masyarakat secara keseluruhan, namun tetap dibuka dengan satu akses keluar masuk dengan pendataan di Posko relawan Covid-19.

Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz, memibta camat dan lurah untuk pro aktif menertibkan sejumlah portal yang diluar ketentuan protokol PSBB. Pengamatan di lapangan, masih ada di antara kelurahan yang menutup akses jalan poros, menghubungkan satu kelurahan dengan kelurahan lainnya, sehingga arus transportasi jadi terhambat.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkapkan Wawako Erwin Yunaz, di Balaikota, Rabu (13/5). Penutupan jalan lingkungan dalam sebuah kelurahan, boleh saja. Dimaksudkan, agar akses jalan masuk dan keluar menuju kelurahan bersangkutan hanya satu jalan saja,”sebit Erwin.

Sehingga petugas posko mandiri bentukan kelurahan setempat, dapat mencatat orang yang masuk dan keluar. Dengan mencatat orang-orang yang keluar masuk, mudah melakukan tracking jika di kelurahan itu ada kasus positif Covid-19.

Tapi, sebut Wawako Erwin Yunaz, masih ada di antara warga yang mengartikan lain. “Jalan penghubung antar kelurahan itu juga ditutup dengan membuat portal di badan jalan,”tambah Wawako.

Sementara itu, Kastpol PP Damkar Payakumbuh, Devitra, di tempat terpisah mengatakan, dalam tiga hari terakhir, pihaknya sudah membongkar dua portal jalan antarkelurahan.

Pertama di Jalan Surabaya, menghubungkan Kelurahan Tanjung Gadang Sungaipinago dengan Kelurahan Tanjung Pauh. Kemudian Jalan Latsitarda, menghubungkan Kelurahan Parit Rantang dengan Kelurahan Seberang Betung, Kelurahan Koto Tangah dan Kelurahan Padang Datar Tanah Mati.

“Dalam instruksi Walikota Payakumbuh, terkait dengan perpanjangan PSBB, jalan-jalan utama antarkelurahan tidak boleh ditutup. Kelurahan diberi kewenangan, sepanjang disetujui warga, menutup jalan lingkungan,”ucap Devitra.

Agar akses jalan masuk dan keluar kelurahan, hanya satu jalur. Guna memudahkan memantau orang yang masuk kelurahan. “Sebaliknya, warga setempat yang keluar dapat diketahui perjalanannya, ungkap Devitra,”tukas Devitra.(nn)

Pos terkait