Miskomunikasi Penutupan Jalan Pasar Sempat Picu Reaksi Keras Pedagang , Begini Kata Kapolres dan Pengurus IP3

  • Whatsapp
Berdamai : Pedagang dan Gugus Tugas Covid-19 Pemko Payakumbuh akhirnya sepakat mengakhiri miskomunikasi yang terjadi.

Payakumbuh, NNews–Sempat terjadi miskomunikasi antara pedagang dan penerapan kebijakan terkait penutupan akses jalan pusat Pasar Payakumbuh. Sehingga memicu reaksi keras hingga pedagang membuka paksa portal penutup, Jumat (23/5) sore.

Sejumlah pedagang sebelumnya menilai, penutupan Jalan A. Yani, sama saja pemko mengkebiri pendapatan para pedagang. Tidak senang, akhirnya sejumlah pedagang, membuka besi pembatas jalan. Pemko dinilai tidak adil, karena toko- toko di kawasan Jalan Sukarno Hatta, tetap terbuka dan bisa parkir di depan tokonya. Kendati sempat ricuh akhirnya persoalan miskomunikasi bisa diselesaikan.

Bacaan Lainnya

Berawal dari peristiwa yang terjadi Jumat sore dan videonya sempat viral tersebut, Pemko Payakumbuh bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah( Forkopimda) mengambil langkah cepat dengan menggelar  pertemuan, Jumat(22/5) malam yang dihadiri para pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL)

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, Wawako Erwin Yunaz, Kapolres AKBP Donny Setiawan, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Lahe.  Selain itu, hadir Sekko Rida Ananda, Kasatpol PP Devitra, Kadis Koperasi UMKM Dahler, Kadis Kominfo Jon Kenedy, dan Kabid Pasar Arnel. Kemudian pedagang, hadir pengurus IP3 Yusra Maiza dan Amdoni, serta pengurus IKPL H Nusyirwan.

Usai pertemuan tersebut, Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan bersama Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi bersama TNI dan Tim Gugus Tugas menjelaskan, penertiban yang dilakukan ditujukan untuk mengurangi kendaraan yang masuk area pasar.

Sebab menjadi penyebab terlalu padatnya pusat pasar akibat parkir. Terutama pasar yang dibawah kanopi. Selain itu juga sulit mengatur penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung kedalam pasar.

“Kita mengklarifikasi gesekan antara pedagang dan petugas yang berada di Check Point Pasar Payakumbuh, Jumat (22/5) sore, karena terjadi miskomunikasi,”ucap Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan didampingi Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi yang turun langsung kepusat Pasar Payakumbuh, Jumat(22/5) malam.

Disitu Tim Gugus Tugas yang terdiri dari TNI, Polri dan Pemerintah Kota Payakumbuh menjelaskan, penutupan akses jalan utama dipusat pasar bawah kanopi dilakukan guna menertibkan dibawah pasar kanopi agar parkir tidak terlalu padat dan berlapis.

“Sistem yang kita mau bangun itu sebenarnya, bagaimana setiap pengunjung yang akan masuk pasar,  bisa melewati check point yang disiapkan untuk mengukur suhu tubuh, cuci tangan dan memastikan memakai masker,”begitu terang Kapolres Dony Setiawan.

Sementara salah seorang pengurus Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3), Yusra Maiza saat dikonfirmasi nagari-news.com usai pertemuan menjelaskan, memang terjadi miskomunikasi antara pedagang dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Payakumbuh.

Yusra Maiza  menyebutkan, awalnya tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut, hingga lahir keputusan yang seakan-akan IP3 terlibat didalamnya dan mengusulkan penutupan. “Sehingga kita sebagai pengurus merasa dibenturkan dengan para pedagang,”ucap Yusra Maiza

Atas reaksi pedagang yang muncul di pusat Pasar Payakumbuh itu, perwakilan pedagang yang juga pengurus IP3, Yusra Maiza ikut dalam pertemuan bersama Kapolres Payakumbuh. Hasilnya, kata Pengurus IP3 yang biasa disapa Bang Sura ini, ada perubahan kebijakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19   Kota Payakumbuh.

“Alhamdulillah hasil pertemuannya ada revisi kebijakan Tim Gugus,”tulis Yusra Maiza dalam pesat WhatsApp nya, Jumat malam.

Kata Yusra Maiza kesepakatannya, jalur di bawah kanopi tetap ditutup untuk parkir, dialihkan ke jalan Sudirman dan jalan Soekarno Hatta. Kemudian disediakan check point bagi semua pengunjung pasar di depan pusat pasar dan dekat Bofet Sianok.

Selanjutnya, penutupan pasar tidak jadi sampai tanggal 29 Mei seperti kebijakan awalnya, namun pasar mulai di tutup 23 Mei malam mulai pukul 22.00 WIB sampai tanggal 26 Mei.

Alamdulillah, ada perubahan sedikit kebijakan dan semoga kedepannya pedagang bisa memahami dan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 juga bisa dilakukan dengan lebih baik, saya berharap kepada pedagang mari kita tetap mematuhi aturan kesehatan tentang covid-19 ini. Mari terus kita dukung upaya pemko dalam memutus mata rantai covid- 19,” harap Yusra Maiza.(nn)

Pos terkait