Ibu Muda Mualaf yang Terlantar di SPBU Diserahkan ke Keluarga Nias

  • Whatsapp
Terlantar : Setelah Tiga hari tinggal di Rumah Dinas Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ibu muda bernama, Novita Sari Warubu,(20) bersama dua anaknya yang sebelumnya terlantar di SPBU Piladang diserahkan Wakil Bupati, Ferizal Ridwan ke keluarga Nias, Kamis(28/5) pagi.

Limapuluh Kota, nagari-news.com– Setelah Tiga hari tinggal di Rumah Dinas Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ibu muda bernama, Novita Sari Warubu,(20) bersama dua anaknya yang sempat terlantar di SPBU Piladang, diserahkan Wakil Bupati, Ferizal Ridwan ke keluarga Nias, Kamis(28/5) pagi.

“Setelah tiga hari disini (Rumah Dinas Wabup,red), ada warga Nias yang prihatin dan ingin menampung wanita yang mengaku Mualaf ini. Sehingga dibawa untuk tinggal dirumahnya sementara waktu hingga ada kejelasan status dan informasi dari suaminya atau keluargannya,”ungkap Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dirumah dinasnya, Kamis(28/5).

Bacaan Lainnya

Warga Nias yang juga mualaf dan sudah menetap di Limapuluh Kota, Tuti Aliwiyah (38) merasa prihatin dengan kondisi ibu dua orang anak tersebut, membawa ibu dan kedua orang anaknya tersebut untuk sementara waktu tinggal dirumahnya.

“Biarlah untuk sementara waktu, kami membawa Novita kerumah dan menanyakan apakah keinginan selanjutnya. Apakah akan menetap dan mencari pekerjaan di Limapuluh Kota atau akan pulang kekampungnya,”sebut Aliwiyah bersama suaminya, Haris (48) yang merupakan warga Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Limapuluh Kota.

Sementara, Ibu muda yang mengaku warga Nias, Sumateta Utara tersebut beserta dua anaknya yang berusia 18 bulan dan 3 tahun tersebut, juga bersedia untuk sementara pindah dari rumah dinas Wakil Bupati Limapuluh Kota.

“Saya tidak mungkin kembali ke Sumatera Utara, sebab keluarga tidak akan terima. Sementara, biarlah kami disini dulu bersama Om dan Tante yang juga sekampung dengan saya,”ucap Novita.

Ditambahkan Wabup, meski saat ini beredar informasi bahwa yang bersangkutan mengaku terlantar sebagai modus. Namun dirinya tetap akan mengumpulkan informasi selama beberapa hari kedepan.

“Jikapun benar ini adalah modus, tentu tugas kita untuk bisa mengarahkan agar lebih baik. Namun sejauh ini, setelah digali informasi sepertinya tidak demikian. Kendati begitu kita masih menunggu kepastian dari keluarganya,”ucap Wabup.(nn)

Pos terkait