Orangtua Cemas Anak-anak Kembali Sekolah Saat New Normal Nanti, Ini yang akan Dilakukan Dinas Pendidikan

  • Whatsapp
Pelajar : Pelajar SD Islam Terpadu Rhaudatul Jannah, Kota Payakumbuh. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto/ Silvi Delvia Rise

Limapuluh Kota, nagari-news.com– Menuju pemberlakuan New Normal usai PSBB nanti, para orang tua di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar mulai cemaskan saat anak-anaknya ketika kembali kesekolah untuk proses belajar. Sebab dinilai bersiko tinggi untuk bisa tertular.

“Kita sebagai orang tua tentunya juga khawatir, terhadap kondisi kesehatan anak. Sebab umumnya anak-anak, sulit dikontrol untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Selain itu, anak-anak sangat riskan tertular,”ungkap Suryani (34) dan Andri (38) orang tua siswa di Limapuluh Kota, Sabtu(30/5).

Bacaan Lainnya

Menanggapi kecemasan para orang tua tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati Munir mengatakan, Disdikbud akan melakukan kajian bagaimana strategi untuk kesiapan menghadapi New Normal mendatang.

“Hingga Juli nanti, sebenarnya memang tidak akan ada menghadirkan anak-anak disekolah. Sebab tahun ajaran baru 2020/202, akan mulai dilaksanakan tanggal 13 Juli,”ungkap Kadisdikbud, Indrawati Munir, Sabtu(30/5).

Kendati demikian, jika nanti setelah tahun ajaran baru, anak-anak harus kembali lagi kesekolah untuk belajar, Indrawati menjelaskan, akan menerapkan strategi khusus bagi pelajar dalam proses belajar disekolah.

“Sebagai gambaran sementara langkah persiapan tersebut, semua protokol kesehatan akan disiasati. Misalnya pembatasan siswa dalam satu ruangan kelas yang diperbolehkan, ketersediaan sabun cuci tangan, hand sanitizer dan masker.

Kadisdikbud juga akan mengacu pada petunjuk Menteri Kesehatan RI, hingga membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus diterapkan disemua sekolah. Bahkan mungkin juga akan dibatasi untuk siswa yang masih dikelas 1 dan 2 untuk tidak belajar disekolah.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan rapat secara virtual dengan kepala-kepala sekolah untuk membahas persiapan ini. Kemudian dilakukan kajian-kajian bagaimana standar keamanan bagi anak-anak pelajar, jika nanti memang harus kembali kesekolah,”pungkas Kadisdikbud, Indrawati.(nn)

Pos terkait